Massa Pengantar Jenazah Lukas Enembe Ricuh Lagi, Sejumlah Ruko Dibakar

Massa Pengantar Jenazah Lukas Enembe Ricuh Lagi, Sejumlah Ruko Dibakar

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Oknum-oknum yang tergabung dalam massa iring-iringan jenazah eks Gubernur Papua, Lukas Enembe, kembali melakukan kericuhan.

Kali ini mereka membakar rumah toko (ruko) di area Perumnas Waena, Kota Jayapura, Papua, Kamis (28/12/2023) sore.

Ruko yang dibakar tepatnya di perempatan lampu merah Waena. Api dari ruko tersebut kemudian dengan cepat menjalar ke ruko-ruko lain.

Dilansir Tribun-Papua.com, massa yang membakar ruko tersebut sempat dihadang oleh aparat keamanan dan berhasil dipukul mundur.

Aparat keamanan berhasil mengamankan lokasi dan berupaya untuk memadamkan api sekitar pukul 18.10 WIT.

Sebelumnya, rombongan pertama, yakni mobil ambulans dan pengendara motor yang melalui jalan Wamena berjalan dengan aman dan lancar.

Kemudian, insiden pembakaran ruko tersebut dilakukan oleh rombongan massa pejalan kaki.

Sebelumnya, kericuhan terjadi saat iring-iringan jenazah Lukas Enembe di mana Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus WA Maclarimboen, membenarkannya.

Sejumlah bangunan dan kendaraan yang ada di sepanjang jalan menuju STAKIN, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua mengalami kerusakan.

"Di situ ada beberapa kendaraan yang rusak, salah satunya mobil milik Karo Ops Polda Papua yang dibakar, sementara kerusakan yang lainnya, saat ini masih didata," jelas AKBP Fredrickus dikutip dari Tribun-Papua.com.

Kemudian, kericuhan dalam aksi tersebut juga menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka.

Di antaranya Kapolda Papua, Irjen Mathius D. Fakhiri dan Penjabat (Pj) Gubernur Papua, yaitu M Ridwan Rumasukun menjadi korban.

"Seperti Pj Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun, Driver dari Karo Ops, rekan dari anggota TNI dan satu masyarakat, tetapi tidak ada korban jiwa, dan kita berharap saja tidak ada," ujarnya.

Meski begitu, sore harinya AKBP Fredrickus menyatakan bahwa Kota Sentani sudah aman.

Seluruh aktivitas kendaraan dan masyarakat di daerah tersebut telah kembali normal.

Namun, pusat-pusat perbelanjaan masih terlihat tertutup rapat, terutama yang berada di area jalan masuk Bandara Sentani.

"Untuk kondisi saat ini sudah aman dan kondusif, maka itu kita berharap, kiranya kondusivitas ini dapat tetap terus terjaga agar seluruh aktivitas dapat kembali seperti semula," Kata Fredrickus WA Maclarimboen.

Warga Khawatir Trauma Ricuh 2019 Terulang


Kericuhan yang terhadi di Waena, Distrik Hera, Kota Jayapura membuat warga trauma.

Pasalnya, kericuhan akibat kasus rasisme pada 2019 belum hilang dari memori.

Saat itu, Kota Jayapura terbakar amarah massa hingga melakukan pembakaran rumah dan kios. Fasilitas publik juga dirusak dan dibakar massa.

Akibatnya, aktivitas perekonomian lumpuh total. Belum lagi kericuhan berujung jatuhnya korban jiwa.

Berdasarkan informasi dari Tribun-Papua.com, narasi provokatif mulai disebar oleh oknum tak bertanggung jawab melalui media sosial, baik Facebook maupun WhatsApp (WA) dengan tujuan untuk membuat konflik horizontal.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, juga menyerukan masyarakat untuk melakukan kericuhan.

Sebelumnya, Forkopmida, tokoh masyarakat, dan tokoh agama mengimbau masyarakat di Papua untuk tenang dan tidak mengganggu ketertiban.

Masyarakat diminta memberi penghormatan terakhir bagi Lukas Enembe dengan tidak membuat gangguan ketertiban umum.

Presiden Gereja Injili Indonesia (GIDI), Pdt Dorman Wandikbo, melalui pesan WA mengimbau masyarakat Papua untuk tetap tenang serta tidak mengganggu keamanan di Jayapura dan wilayah lainnya.

Berikut isi imbauan Presiden GIDI, Pdt Dorman Wandikbo:

Kepada yg terhormat Rakyat Papua yang dikasihi Tuhan Jesus, Hari ini tgl 26-12-2023 Jam 10 Pagi waktu WIB. Telah di panggil Oleh Tuhan Bpk Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe di Jakarta. Dan Rencana diterbangkan Jkr- Papua Besok Malam.

Oleh karena itu saya Memberitahukan seluruh Umat Tuhan di tanah Papua @ TIDAK BOLEH MEMBUAT KERIBUTAN, MERUSAK FASILITAS UMUM dan NGANGGUAN JALAN saat Pemimipin Peradaban Papua tiba di Sentani.

Karena LUKAS ENEMBE adalah : Pemimipn berhati rakyat, Pemimpin Simpati Rakyat , Bapak Pembangunan, berhati tulus dan jujur, juga Meninggalkan Memori yg sangat dalam kepada Generasih muda Papua.

Karena itu dalam bulan Natal ini kita semua tdk mengganggu kedamaian hati orang lain. Sedang Merayakan Natal- Natal .

Terima kasih atas kerja sama ini, bagian dari KEHORMATAN kita kepada Bapak Orang Papua . Demikian seruan dan himbauan dari. (Presiden GIDI Pdt Dorman Wandikbo).

Sumber: tribunnews
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita