Bukan Kembang Api, Israel Hadiahkan Rudal ke Gereja Betlehem saat Natal

Bukan Kembang Api, Israel Hadiahkan Rudal ke Gereja Betlehem saat Natal

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Israel hadiahkan rudal ke Gereja Betlehem saat Natal di Tepi Barat 25 Desember lalu.

Selain melakukan mengeboman, Israel juga melakukan penangkapan di kamp pengungsian Jenin.

Akibat serangan ini, puluhan pengungsi dilaporkan tewas menyusul serangan Israel ke wilayah Tepi Barat setelah melakukan penyerangan di Gaza.

Jenin yang dianggap sebagai salah satu simbol perlawanan Paletina telah berulang kali mendapatkan serangan dari Israel sejak 7 Oktober.

Selain Gereja Betleham, Zionis juga menyerang Freedom Theatre yang merupakan sebuah simbol perdamaian.

Dalam penyerangan tersebut setidaknya sebanyak 9 warga Palestina ditangkap oleh pasukan Zionis saat itu.

Belum dikabarkan bagaimana kondisi Gereja Betlehem pasca pengeboman yang dilakukan oleh Zionis Israel.

Penyerangan Gereja Betlehem oleh Zionis ini juga mendapatkan tanggapan dari Paus Fransiskus saat misa Malam Natal.

“Hati kami ada di Betlehem", kata Paus Fransiskus.

Paus membuka perayaan Natal dengan pesan perdamaian di Tanah Suci saat ini di tengah perang paling mematikan di Gaza.

Dalam pidatonya Paus Fransiskus memulai perayaan Natal sedunia dengan sebuah keluhan bahwa pesan perdamaian Yesus ditenggelamkan oleh logika perang yang sia-sia di negara kelahirannya.

“Malam ini, hati kita ada di Betlehem, di mana Pangeran Perdamaian sekali lagi ditolak oleh logika perang yang sia-sia, oleh bentrokan senjata yang bahkan hingga saat ini menghalangi dia untuk mendapatkan ruang di dunia,” kata Paus.

Menurut Paus pesan Natal yang sebenarnya adalah perdamaian dan cinta untuk itu dia mendesak masyarakat untuk tidak terobsesi dengan kesuksesan duniawi dan penyembahan konsumerisme.

“Malam ini, cinta mengubah sejarah,” paparnya.

Bethlehem sendiri merupakan kota alkitabiah di Tepi Barat, di mana umat Kristen percaya bahwa Yesus Kristus dilahirkan disana pada lebih dari 2.000 tahun lalu.

Perang yang terjadi mengakibatkan membatalkan perayaan Natal tahunan yang biasanya menarik ribuan wisatawan.

Bethlehem saat Natal ini tidak lagi menampilkan pohon Natal raksasa, marching band dan tempat kelahiran Yesus yang flamboyan tahun ini hanya berhiasan beberapa lampu saja.

Sedangkan di pusat kota, sebuah bendera besar Palestina dikibarkan dengan spanduk bertuliskan, ‘Lonceng Betlehem berbunyi untuk gencatan senjata di Gaza’.

Sumber: disway.