Berduka untuk Gaza, Tak Ada Perayaan Natal di Kota Kelahiran Yesus

Berduka untuk Gaza, Tak Ada Perayaan Natal di Kota Kelahiran Yesus

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Kota Bethlehem di Tepi Barat, Palestina membatalkan perayaan Natal tahun ini sebagai bentuk solidaritas atas agresi brutal Israel ke Jalur Gaza.

Tidak ada perayaan musik, upacara penyalaan pohon, maupun dekorasi khas Natal di kota kelahiran Yesus Kristus ini. Perang yang tengah berkecamuk membuat Bethlehem menjadi kota yang sedang berduka.

Gambaran itu sangat terasa di Gereja Evangelical Lutheran Christmas. Alih-alih menghias pohon Natal, gereja tersebut memilih dekorasi yang terbuat dari puing-puing yang melambangkan kehancuran di Gaza. Tepat di tengah puing-puing itu diletakkan sebuah boneka 'bayi Yesus' yang dibalut kaffiyeh, syal kotak-kotak bercorak hitam putih yang menjadi lambang identitas Palestina.

"Kami terpaku pada layar, melihat anak-anak ditarik dari bawah reruntuhan dari demi hari. Kami terpukul oleh gambaran-gambaran ini," ujar Munther Isaac, pendeta di Gereja Evangelical Lutheran Christmas seperti dikutip New York Times, Minggu (24/12/2023).

"Tuhan ada di bawah reruntuhan di Gaza, di sinilah kita menemukan Tuhan saat ini," dengan lirih ia menambahkan.

Sebelumnya, para pemimpin gereja di Bethlehem dan Yerusalem dalam sebuah pernyataan bersama meminta agar para jemaat tidak melakukan perayaan Natal yang tidak perlu. Jemaat diminta untuk fokus pada makna spiritual Natal dalam kegiatan pastoral dan perayaan liturgi mereka.

"Natal adalah kegembiraan, cinta dan kedamaian. Tapi kini, kami tidak memiliki kedamaian. Kami tidak mempunyai sukacita," kata Pastor Spiridon Sammour, seorang pendeta Ortodoks Yunani di Gereja Kelahiran Yesus kepada CNN, Minggu.

"Hal ini berada di luar kendali kami, dan kami berdoa bagi para pemimpin yang akan membuat keputusan [di seluruh] dunia agar Tuhan membantu mereka, memberi mereka cahaya-Nya untuk menciptakan perdamaian di sini dan di seluruh dunia," imbuh dia.

Diperkirakan ada 35.000 umat Kristen di wilayah Bethlehem. Biasanya, pohon Natal raksasa didirikan di pusat kota, akan tetapi tahun ini tidak ada, perang menimbulkan dampak buruk, termasuk di kota tempat kelahiran Yesus.

Sumber: inilah.