Begini Respons Ketua KPU soal Habiburokhman Ancam Lapor DKPP jika Gibran Ditegur

Begini Respons Ketua KPU soal Habiburokhman Ancam Lapor DKPP jika Gibran Ditegur

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Ketua Komisi Pemilihan Umum Hasyim Asy'ari menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman yang mengancam melaporkan KPU ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP jika Gibran Rakabuming Raka ditegur terkait aksi bersorak di panggung debat.

"Ya, tanya dialah (Habiburokhman)," kata Hasyim kepada wartawan di gedung KPU, di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Desember 2023. Hasyim tidak berkomentar banyak saat ditanya perihal pernyataan Habiburokhman tersebut.

Awalnya, protes kepada Gibran bermunculan saat ia kembali mengayunkan tangan sambil bersorak. Provokasi itu dilakukan Gibran saat debat masih berlangsung. Dia meninggalkan podium, melangkah ke depan sambil mengangkat kedua tangannya, lalu bersorak berkali-kali.

Wali Kota Surakarta itu kembali ke belakang dan memeragakan gestur serupa. Tindakan yang dinilai sebagai upaya memprovokasi pendukung itu sudah dua kali dilakukan putra sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, itu.

Ditanya apakah KPU akan memberikan sanksi lagi kepada pasangan Prabowo itu, Hasyim mengatakan mereka akan mengevaluasi seperti tindakan pertama. "Seperti kemarin itu, semua akan kami evaluasi," ujar dia tanpa menjelaskan sanksi untuk Gibran.

Awalnya dia melakukan itu saat debat perdana atau adu gagasan antar-capres yang berlangsung di halaman gedung KPU. Adegan itu muncul saat Prabowo ditanya perihal putusan Mahkamah Konstitusi tentang batas usia capres-cawapres minimal 40 tahun yang diputuskan secara serampangan.

Ditanya soal tingkah Gibran malam itu, Hasyim mengatakan akan kembali melakukan evaluasi dan menyampaikannya kepada tim TKN Prabowo-Gibran. "Ya, nanti kami ingatkan lagi. Kami tegur lagi pada evaluasi hasil debat yang kedua ini," kata Hasyim, seusai debat di Jakarta Convention Center, pada Jumat malam, 22 Desember 2023.

Kepada wartawan, Habiburokhman menyatakan jika ada laporan kepada Gibran dia akan menyeret KPU ke DKPP. Dia menyatakan respons Gibran yang mengajukan tangan itu karena ada interaksi. "Kalau KPU menegur saya akan melaporkan KPU ke DKKP. Enggak ada urusannya itu," tutur Habiburokhman.

Dia mengatakan dalam debat gimmick sesuatu yang wajar. "Namanya konestasi saling bersemangat," kata dia. "Habiburokhman ini ahli hukum Pemilu. 

Sebelumnya, Hasyim menjelaskan bahwa sudah ada komitmen antara KPU dan ketiga tim paslon untuk tidak melakukan tindakan agitasi di dalam ruang debat. "Dan kami menganggap masing-masing calon kan orang yang secara politik sudah dewasa semua (untuk menaati) apa yang sudah disepakati itu," ucap Hasyim.

Sumber: tempo