Beredar Video Soal Tim Ranger Medsos Erick Thohir dan Tujuannya, Elite Demokrat: Keterlaluan

Beredar Video Soal Tim Ranger Medsos Erick Thohir dan Tujuannya, Elite Demokrat: Keterlaluan

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Politisi Partai Demokrat Yan A. Harahap menyoroti bocornya perihal tim rager media sosial (medsos) yang disebut untuk mengampanyekan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Hal itu ditanggapi Yan Harahap melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Yan Harahap menyinggung jika hal tersebut benar, begitu keterlaluan.

Deputi Strategis dan Kebijakan DPP Partai Demokrat itu juga menilai bahwa karyawan BUMN punya tugas khusus demi Erick Thohir padahal dibiayai dari uang rakyat.


"Kalau yang diinfokan dalam video ini bener, keterlaluan ini. Karyawan BUMN yang dibiayai dari uang rakyat, dapat perintah dari atasannya utk me-like dan comment postingan Eric Thohir. Mereka diberdayakan menjadi buzzerp?," ujar Yan Harahap dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @YanHarahap, Jumat (10/7).


Lebih lanjut, Yan Harahap menyinggung bahwa sebelumnya, Erick Thohir memanfaatkan ATM dan bandara demi ajang kampanye gratisannya. Saat ini, karyawan BUMN juga dimanfaatkan sebagai buzzerrp-nya.

"Setelah sebelum-sebelumnya memanfaatkan ATM dan bandara-bandara sebagai ajang kampanye gratisannya, kini karyawan BUMN pun ‘dimanfaatkan’ sebagai buzzerpnya. Sungguh terlalu," imbuhnya.


Sementara itu, diketahui beredar di medos percakapan terkait 'buzzer' Erick Thohir yang membentuk tim media sosial untuknya. Salah satu akun yang mengunggah percakapan tersebut yaitu @BosPurwa.

Dalam potongan video yang diunggah, seorang perempuan berambut sebahu menyatakan bahwa di Kementerian BUMN terdapat grup media sosial yang dinamakan ranger medsos.

Grup tersebut terdiri dari karyawan-karyawan Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN yang sebagian besar berasal dari generasi milenial atau Gen Z.

"Di Kementerian BUMN, mereka membentuk grup yang disebut ranger medsos yang anggotanya terdiri dari karyawan BUMN dan Kementerian BUMN yang generasinya lebih muda," kata perempuan tersebut, Senin (10/7/2023).

Adapun tugas dari grup tersebut adalah memberikan komentar positif di media sosial untuk Erick Thohir serta membentuk opini bahwa Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir berhasil.

"Tugas mereka adalah memberikan komentar positif dan memberikan like di media sosial Erick Thohir serta membentuk opini bahwa Kementerian BUMN di pimpin Erick Thohir ini lumayan berjaya lah, dividennya naik, keuntungannya naik segala macam," ujarnya.


Namun, hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan dari Erick Thohir maupun pihaknya terkait hal ini.


Terpisah, dalam sebuah talk show pada Jumat (31/12/2023) Erick menilai media sosial sebagai alat untuk mengontrol atau menjaga keseimbangan di antara lembaga-lembaga dan masyarakat.

Ia tak memungkiri saat dirinya masih menjabat sebagai Presiden Intermilan pada 2014 silam ada pujian ketika timnya menang dan ada makian ketika timnya kalah.

“Saya setuju ini bagian dari check and balance, ya sama ketika punya klub bola ya nasibnya sama, menang dipuji puji, begitu kalah di maki maki. Dan perasaan itu kalau di bola seperti kalah enggak bisa tidur, seri kenapa gak bisa menang, menang senyum-senyum sendiri jadi sama di Medos itu,” ujar Erick, dikutip dari medcom.id.

Sumber: suara
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita