Santri di Ciamis Diduga Jadi Korban Tabrak Lari Rombongan Moge, Ahmad Sahroni Beri Ultimatum

Santri di Ciamis Diduga Jadi Korban Tabrak Lari Rombongan Moge, Ahmad Sahroni Beri Ultimatum

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni soroti kasus tabrak lari yang dialami seorang santri di daerah Ciamis, Jawab Barat.

Lewat unggahan di akun Instagramnya, Ahmad Sahroni bagikan informasi soal insiden tabrak lari tersebut. Disampaikan, korban adalah santri dari Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Abidin Cihaurbeuti.

Kata Ahmad Sahroni, diduga pelaku tabrak lari merupakan rombongan pengguna motor gede alias moge. Mereka langsung tancap gas usai menyerempet korban.

Atas insiden tersebut, korban tabrak lari alami luka-luka hingga harus mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.

"Ini adalah korban kecelakaan lalu lintas dan korbannya adalah santri pondok pesantren Miftahul Huda Al Abidin Cihaurbeuti kabupaten Ciamis yang terserempet oleh rombongan motor gede (moge) yang setelah menyerempet korban pelakunya tidak berhenti," tulisnya lewat akun @ahmadsahroni88, Sabtu, 27 Mei 2023.

Legislator fraksi Partai NasDem ini beri ultimatum pelaku agar segera akui perbuatannya dan berani tanggung jawab.

Di sisi lain, dia minta warganet ikut menyebarkan soal insiden dugaan tabrak lari ini agar diketahui masyarakat luas.

"Kepada Siapa saja yang merasa menyerempet santri kami,,ditunggu itikad baiknya," kata Sahroni.

"Mohon bantu menyebarkan luaskan informasi ini. Terima kasih," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, sebagai ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Sahroni imbau anggotanya untuk aktif berbagi jika punya informasi.

Jika benar pelaku tabrak lari adalah anggota HDCU, maka dia akan turun tangan langsung ikut tanggung jawab.

"Saya sebagai Ketua Umum HDCI menghimbau kalau Benar dari member HDCI segera Lapor kan ke saya dan panitia agar bisa di pertanggung jawabkan secara langsung... Tolong yah saling ingatkan," imbaunya.

Unggahan Ahmad Sahroni tersebut langsung mendapat respon dan komentar dari banyak netizen.

"Kalian yg melakukan atau sekedar melihat kalian harus segera datang ke Pondok Pesantren tsb. Ditunggu iktikad baiknya. Ingat pengadilan jalur langit lebih tinggi tingkat hukumannya," kata @rinasylviana.

"Kalau udah dapat orangnya bantu di publish ya pa .. dipastikan bahwa masalah ini tetap di usut. Terimakasih salam 1 aspal," komentar @abo.rust31.

"Motor aja Gede nyali kecil, buat tanggung jawab," sindir @rezzky. (*)

Sumber: kilat