Nasaruddin Umar Mencuat Jadi Cawapres Ganjar, Analis: PDIP Nyaman dengan Tokoh Tua yang Tak Berambisi Politik

Nasaruddin Umar Mencuat Jadi Cawapres Ganjar, Analis: PDIP Nyaman dengan Tokoh Tua yang Tak Berambisi Politik

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Nama Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar tengah digadang-gadang menjadi salah satu kandidat calon wakil presiden yang bakal mendampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Analis politik dan akademisi dari Universitas Al Azhar Ujang Komaruddin menilai apa yang dilakukan PDIP itu dikarenakan dua hal.

Pertama, PDIP dipastikan bakal mencari tokoh Islam yang berbasis massa Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjadi pendamping capres Ganjar persis seperti 2019 lalu. Kala itu, PDIP memasangkan Jokowi dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Upaya PDIP itu diprediksi bakal diulang di 2024 karena terbukti membuat partai berlambang banteng tersebut merasa nyaman.

"PDIP merasa nyaman," kata Ujang saat dihubungi Suara.com, Selasa (23/5/2023).

PDIP, kata Ujang, merasa nyaman karena posisi Ma'ruf bukan menjadi suatu ancaman bagi partai. Kalau dilihat dari faktor usia, Ma'ruf tidak bakal maju sebagai capres.

Selain itu, Ma'ruf juga dianggap tidak mengganggu kepentingan-kepentingan PDIP.

"Pak Ma'ruf Amin juga gak bisa jadi capres, oleh karena itu, pemilihan tokoh tua itu untuk itu agar PDIP tidak diganggu oleh manuver cawapresnya itu," terangnya.

Sementara, PDIP dianggap enggan mengambil resiko dengan memilih cawapres yang masih tergolong berusia muda semisal Erick Thohir maupun Sandiaga Uno.

"Seandainya cawapresnya muda penuh energi, kaya, punya kekuatan, ya, ketika terpilih menjadi cawapresnya Ganjar dan menang, PDIP bisa dimainkan, bisa diganggu-ganggu, jadi logikanya masuk akal PDIP mencari tokoh Islam yang berbasis NU lalu tadi tokoh yang senior agar tidak punya hasrat politik yang berlebih dan tidak mengganggu kepentingan PDIP. "

Sumber: suara
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita