Nah Loh, Santri Al Zaytun Berduyun-duyun Tinggalkan Ponpes, Panji Gumilang Panik Gelagapan
logo
arrow-down-drop-circle

22 Mei 2023

Nah Loh, Santri Al Zaytun Berduyun-duyun Tinggalkan Ponpes, Panji Gumilang Panik Gelagapan

Nah Loh, Santri Al Zaytun Berduyun-duyun Tinggalkan Ponpes, Panji Gumilang Panik Gelagapan


GELORA.CO - Ketar-ketir, Panji Gumilang mulai gelagapan mengetahui satu persatu santrinya mulai berpamitan meninggalkan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Indramayu, Jawa Barat.

Satu persatu kedok kesesatan Ponpes Al Zaytun Indramayu mulai terbongkar ke publik. Santri pun kini berangsur sadar dan mulai angkat kaki dari Ponpes yang didirikan Panji Gumilag tersebut.

Dikutip dari kanal youtube @Ajhabibi, Minggu 21 Mei 2023, kekhawatiran Panji Gumilang itu terlihat dari penyampaian tausyiahnya kepada santri dan santriwati.

"Hei anak-anakku jangan terpengaruh. Hei wali santri jangan terpengaruh," ujar Panji Gumilang.

Lalu, dengan nada tinggi Panji Gumilang melampiaskan amarahnya kepada orang-orang yang dinilainya menyebarkan api dan fitnah kepada Ponpes Al Zaytun.

Panji menyebut, tuduhan teroris, radiskalisme, dan ajaran sesat di Ponpes Al Zaytun semakin menjadi-jadi dan dikembangkan ditengah publik.

"Tentunya melahap-lahap itu manusia yang mau dijadikan api," ucap Panji Gumilang.

Lebih lanjut, Panji Gumilang meminta kalangan yang menuduh Ponpes Al Zaytun sebagai pusat sarang terorisme agar diberikan bukti.

Karena menurut Panji, jika memang terbukti Ponpes Al Zaytun menjadi sarang teroris maka pemerintah pasti telah mengutus tim Detasemen Khusus (Densus) 88 antri teror untuk melakukan penyergapan di Ponpes miliknya tersebut.

"Kalau memang jadi pusat teroris, pastilah akan ada Densus 88. Tapi nyatanya tidak," ungkap Panji Gumilang.

Kendati demikian, Panji enggan membicarakan soal ajaran sesat yang saat ini tengah heboh diperbincangkan publik tanah air. Padahal, hal itu yang selama ini jadi pusat perhatian.

Mulai dari shaf salat laki-laki dengan perempuan yang dicampur, pengakuan soal bermadzhab dengan Ir Soekarno, khutbah Jumat oleh santriwati.

Tak sampai disitu, kontroversi dan ajaran menyimpang lainnya yakni, adzan nyeleneh, khutbah menggunakan Kitab Injil, menggemahkan nyanyian lagu Israel atau salam Yahudi, dan mengatakan bahwa Al Quran di firmankan oleh Rasulullah SAW.

Semua kesesatan itu, tak ada yang disebut oleh Panji Gumilang. Hanya saja, saat tausyiahnya itu Panji menyebut soal tuduhan kepada Ponpes Al Zaytun tentang pusat teroris, dan tempat radikalisme. *

Sumber: sumeks