Ketum PP Muhammadiyah dan Ketum PBNU Bertemu Tolak Politik Identitas Jelang Pemilu 2024

Ketum PP Muhammadiyah dan Ketum PBNU Bertemu Tolak Politik Identitas Jelang Pemilu 2024

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menggelar konferensi pers bersama usai pertemuan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (25/5/2023). Kedua pemimpin bangsa ini menyoroti politik identitas jelang Pemilu 2024. 

KH Yahya Cholil Staquf mengatakan politik identitas hanya menyandarkan penggalangan dukungan politik berdasarkan identitas primordial saja tanpa ada kompetisi yang lebih rasional, visioner, dan tawaran agenda yang dipersandingkan antara satu kompetitor dangan kompetitor lainnnya. "Politik identitas ini mengedepankan identitas kelompok primordial, berbahaya bagi integritas masyarakat secara keseluruhan karena akan mendorong perpecahan dalam masyarakat," kata Gus Yahya, Kamis, 25 Mei 2023. 

"Kita tidak mau ada politik berdasarkan identitas Islam atau kita tidak mau ada politik berdasarkan identitas NU. Kami tidak mau ada kampanye pilih orang NU. Kalau mau bertarung harus ada tawaran-tawaran rasional," tambah Gus Yahya.

Prof Haedar Nashir menambahkan politik identitas berdasarkan primordial, yakni agama, suku, ras, golongan atau SARA, karena menyandarkan pada primordial lalu seringkan terjadi politisasi sentimen-sentimen atas nama agama, suku, ras, golongan yang kemudian membawa pada polarisasi bukan hanya secara inklusif bahkan di tubuh setiap komunitas dan golongan bisa terjadi seperti yang dibilang Gus Yahya. "Saya pikir kita semua clear mari kita berkontestasi mengedepankan politik yang objektif, rasional, dan ada dalam koridor demokrasi modern," kata Prof Haedar Nashir.

Sebelumnya, Prof Haedar yang didampingi oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti, Ketua PP Muhammadiyah Buya Anwar Abbas, dan jajaran pengurus pusat yang lain tiba di lokasi pada pukul 09.56 WIB.

Prof Abdul Mu'ti mengatakan, selain silaturahmi, pertemuan pimpinan dua ormas besar Islam tersebut akan membahas masalah-masalah kebangsaan menjelang Pilpres 2024. "Silaturahmi, kenalan majelis muktamar dan ngobrol-ngobrol santai soal-soal kebangsaan," ujar Prof Abdul Mu'ti saat tiba lokasi.

Prof Haeder dan jajaran PP Muhammadiyah disambut langsung oleh Ketum KH Yahya Cholil Staquf, Ketua PBNU KH Amin Said Husni, Wasekjen Soleman Tanjung dan jajaran PP PBNU di lantai 3 Kantor PBNU. 

Sumber: beritasatu
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita