Jokowi Pastikan Ikut Cawe-cawe, Said Didu: Ini Jelas-jelas Mematikan Demokrasi!

Jokowi Pastikan Ikut Cawe-cawe, Said Didu: Ini Jelas-jelas Mematikan Demokrasi!

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Inkonsistensi ditunjukkan Presiden Joko Widodo terhadap sikap politiknya menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Belum lama ini, Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan cawe-cawe dalam urusan capres 2024.

Namun penegasan Kepala Negara yang akan mengakhiri periode keduanya tahun depan ini meralat sikap bahwa akan ikut cawe-cawe atau ikut campur dengan alasan demi bangsa.

Sikap mencla-mencle Presiden Joko Widodo ini pun ramai dikritik publik hingga politisi. Salah satunya disampaikan oleh aktivis sekaligus mantan Sekretaris BUMN, Said Didu.

Menurut Said Didu, apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo ini sama saja mematikan demokrasi.

"Ucapan dan sikap berbohong seperti ini sering terulang. Ini sudah jelas-jelas ingin mematikan demokrasi," kritik Said Didu dikutip dari akun Twitternya, Selasa (30/5).

Hal senada disampaikan Wasekjen Demokrat, Imelda Sari. Cawe-cawe Presiden Joko Widodo ini mengingatkan upaya pembegalan Partai Demokrat yang dilakukan orang istana, yakni KSP Moeldoko.

"Dear Presiden Jokowi, kalau KSP Moeldoko cawe-cawe meski sudah kalah 16-0 masih belum puas untuk merebut Partai Demokrat, ini (cawe-cawe Presiden) demi apa?" kritik Imelda.

Presiden Joko Widodo mengaku akan cawe-cawe dengan alasan demi bangsa dan negara. Dikatakan Presiden, Indonesia saat ini ada di posisi upper middle income.

Untuk menjadi negara maju, Indonesia memiliki waktu 13 tahun dan pendapatan per kapitanya minimal 10 ribu dolar AS per tahun.

"Itu sangat-sangat tergantung pada calon presiden di masa yang akan datang yang akan bisa membawa Indonesia ke next level, karena alasan itulah kemudian saya akan cawe-cawe untuk itu," kata Jokowi di Istana Negara, Senin (30/5). 

Sumber: rmol
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita