Astronaut Wanita Saudi Perlihatkan Terangnya Kota Suci Makkah dari Luar Angkasa

Astronaut Wanita Saudi Perlihatkan Terangnya Kota Suci Makkah dari Luar Angkasa

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Rayyanah Barnawi, astronaut muslimah pertama dari dunia Arab, memperlihatkan Kota Suci Makkah dari luar angkasa. Perempuan Arab Saudi ini terbang menggunakan roket SpaceX menuju Stasiun Luar Angkasa (ISS) pada Minggu (21/5) waktu setempat.

Rayyanah memperlihatkan pemandangan Arab Saudi dan utamanya Makkah beserta Masjidil Haram — tempat Ka'bah berada — dalam unggahan di akun medsosnya pada 26 Mei.

“Seluruh Kerajaan (Arab Saudi) tampak bersinar. Saya berusaha menunjukkan kepada Anda… di sini Anda bisa lihat Makkah. Ini adalah Masjidil Haram. Lihat betapa terangnya Makkah,” kata Rayyanah, lalu mengambil gambar Masjidil Haram dan Kota Makkah lebih dekat lagi.

“Masyaallah, tabarakallah,” ucapnya memuji kebesaran Ilahi dan tanda syukur.

Rayyanah bukan satu-satunya warga Arab Saudi yang meluncur ke ISS. Peneliti kanker payudara itu terbang ditemani dengan pilot pesawat tempur Ali al-Qarni yang merupakan seorang pria. Keduanya berangkat disponsori oleh pemerintah Arab Saudi.

Terbangnya kedua astronaut ini disambut gegap gempita di Arab Saudi, menunjukkan makin ekspansifnya negeri yang dulu dijuluki ultrakonservatif itu menjelajahi angkasa luar. 

Perkenalan Arab Saudi dengan angkasa luar sendiri telah terjadi pada1985, saat Pangeran Sultan ibn Salman Al Saud melakukan perjalanan dengan pesawat ulang-alik Discovery. 

Pangeran Sultan mendapat label warga negara Arab Saudi pertama, Arab pertama, muslim pertama, dan anggota keluarga kerajaan pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa.

Pada tahun 2018, negara di bawah kepemimpina Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman (Pangeran MBS) ini mendirikan Komisi Luar Angkasa, salah satu proyeknya mengirim astronaut ke angkasa luar.

Program beasiswa bagi yang tertarik belajar angkasa luar juga digenjot.

Melakukan Riset

Selama di luar angkasa, Rayyanah dan Ali al-Qarni ini  melakukan riset. Mereka juga berinteraksi dengan sekelompok pelajar di daratan Arab Saudi lewat radio menceritakan pengalaman luar biasa mereka tinggal di luar angkasa.

Selain Rayyanah dan Ali al-Qarni, misi ke ISS ini juga diikuti mantan astronaut NASA, Peggy Whitson, serta pebisnis sekaligus pembalap dan pilot asal AS, John Shoffner. Whitson memegang rekor astronaut dengan durasi kumulatif di ISS terlama, mencapai 665 hari.

Keempat astronaut ini akan menjalankan misi sekitar satu minggu hingga kemudian mendarat kembali di lepas pantai Florida, AS.

Sumber: kumparan