2 Politikus PDIP Datangi Penyewa Ruko Caplok Bahu Jalan Pluit, Ketua RT: Jangan Mempolitisir!

2 Politikus PDIP Datangi Penyewa Ruko Caplok Bahu Jalan Pluit, Ketua RT: Jangan Mempolitisir!

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Ketua RT 011 RW 03 Pluit, Riang Prasetya berkomentar soal kedatangan dua anggota dewan ke area ruko yang menyerobot bahu jalan dan saluran air di wilayahnya pada Kamis (25/5/2023) kemarin.

Riang meminta kedua anggota dewan tersebut tidak mempolitisasi masalah pelanggaran puluhan ruko tersebut.

Dua anggota dewan yang dimaksud yakni Gani Suwondo dari DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP dan Darmadi Durianto dari DPR RI Fraksi PDIP.

Keduanya mendatangi area ruko dan menemui salah satu penyewa ruko yang dianggap telah memprovokasi adanya demonstrasi ke kantor Riang Prasetya pada saat pembongkaran paksa oleh pemerintah Rabu (24/5/2023) lalu.

"Kemarin ada sekelompok orang yang datang mengatasnamakan satu organisasi dan saya lihat di situ ada dua anggota dewan yang hadir, pertama dari DPRD DKI, yang kedua dari DPR RI," kata Riang di kantornya, Jumat (26/5/2023).

"Patut saya sampaikan dulu, ini yang kemarin demo (sambil mengeluarkan foto) yang teriak-teriak telah menghina nama baik saya dan profesi saya," ucapnya.

Dalam keterangannya hari ini, Riang juga menunjukkan foto penyewa ruko yang dianggap menjadi provokator demonstrasi Rabu kemarin.

Setelah menunjukkan foto itu, Riang kembali memperlihatkan foto lainnya yang menampilkan sosok terduga provokator bertemu dengan Gani Suwondo dan Darmadi Durianto di depan salah satu ruko, Kamis kemarin.

"Orang ini (sambil kembali menunjukkan foto) bukan pemilik ruko, bukan penyewa ruko, dia hanya pedagang yang menyewa di ruko itu. Kok bisa ikut-ikutan dan memprovokasi pendemo," kata Riang.

Riang lantas tak terima kunjungan anggota dewan Kamis kemarin malah menyoroti soal penyewa ruko yang menganggap dirinya pelaku UMKM.

Menurutnya, pelaku UMKM tak bisa dibenarkan jika nyatanya mereka membuka usaha di atas saluran air dan bahu jalan.

"Jangan membawa nama UMKM dengan adanya pelanggaran-pelanggaran. Bagaimana mungkin UMKM berdagang di atas saluran air, bahkan berdagang di bahu jalan," ucap Riang.

Dengan tegas, Riang meminta anggota dewan tidak berpihak kepada para pelanggar.

Ia juga mendesak anggota dewan untuk tidak mempolitisasi polemik ini.

"Jadi, saya sampaikan lagi nih dewan kemarin yang hadir. Jangan berbuat kisruh, jangan mempolitisir kejadian ini, tidak ada hubungannya dengan UMKM, ini murni pelanggaran saluran air dan bahu jalan," tegasnya.

Sumber: tribunnews