Soal Cawapres Ganjar Pranowo, Megawati: Banyak yang Antre

Soal Cawapres Ganjar Pranowo, Megawati: Banyak yang Antre

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta masyarakat bersabar soal siapa bakal calon wakil presiden untuk pendamping Ganjar Pranowo.

Kepada Plt Ketua Umum PPP Mardiono, Megawati mengatakan politik itu harus dilihat bukan sebagai hal yang statis, tapi merupakan kehidupan. Sehingga untuk menentukan calon wakil presiden perlu pertimbangan matang.




"Jadi, kita melihat tentu berbeda kalau 2004 saya dengan Pak Hasyim Muzadi. Nah kalau sekarang ditanya siapa begitu, nah saya sudah bilang ke Pak Mardiono, tunggu dulu yah Pak kok kayak-kayaknya ini akan banyak yang antre," kata Megawati di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (30/4).

Dia mengibaratkan kalau jaman dulu saat awal mula menjadi ketua umum PDIP dianalogikan tengah membuat rel kereta untuk sebuah tujuan untuk Indonesia.

"Ternyata tadinya satu gerbong, lah sekarang ini, kalau saya umpamakan gerbongnya 20 saja, itu sudah penuh sesak, yang mau ikut banyak banget," imbuhnya.

"Cuman banyak juga yang malu-malu kucing. Jadi wartawan kalau nanya ke saya, lebih baik nanya banyak-banyak ke Pak Mardiono," katanya lagi.

Oleh karenanya, Mega meminta agar masyarakat bersabar hingga jelang pendaftaran di KPU yang direncanakan pada September hingga Oktober 2024 mendatang.

"Saya orangnya suka pelit memberikan berita. Jadi tolong sabar yah, tunggu aja mainnya, toh kapan ke KPUnya (22-29 Oktober), itu kalian boleh deg-degan deh," ujarnya.

"Karena itu sudah akhir, maksudnya batas waktu," imbuhnya.

Dia menambahkan akan berhitung terlebih dahulu untuk menentukan paket capres dan cawapres.

"Tetapi mungkin bisa saja umpamanya besok, tapi saya hitung-hitung dulu dong, waktu di Batutulis ada sebutan, kontemplasi, jadi mungkin merenung dulu, kontemplasi lagi, tapi satu Lo tujuan saya Indonesia Raya.  Kalau mau ditulis, ya tunggu aja," demikian Megawati.

Sumber: RMOL
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita