Mafia Judi Ditangkap Polrestabes Medan, Diduga Anggota Kodam I/BB Ancam Hilangkan Nyawa Jurnalis

Mafia Judi Ditangkap Polrestabes Medan, Diduga Anggota Kodam I/BB Ancam Hilangkan Nyawa Jurnalis

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Pasca penggerebekan barak narkoba dan judi di kawasan Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang.

Sejumlah personel TNI lengkap dengan mobil dinasnya datangi Polresbes Medan dan bertahan selama kurang lebih lima jam lamanya.

Amatan tribun-medan, di depan ruangan Kabag Ops Polrestabes Medan terpakir sebuah mobil dinas TNI AD berplat nomor 204-I berlogo bintang satu.

Tidak hanya mobil dinas, dua orang personel berpakaian dinas loreng TNI juga terlihat hadir di Polrestabes Medan.

Lalu, sejumlah pria berbadan tegap yang diduga merupakan anggota TNI juga tampak bertahan di depan ruangan Kabag Ops Polrestabes Medan.

Belum diketahui secara pasti, kegiatan apa yang dilakukan oleh sejumlah personel TNI ini.

Namun, beredar isu mereka bertahan di Polrestabes Medan untuk meminta pelepasan terduga pelaku yang diamankan di barak narkoba dan judi.

Saat tim Tribun-medan mencoba mengambil foto mobil dinas TNI yang terpakir itu, seorang pria berbadan tegap berpakaian preman sempat mendatangi.

Saat itu, pria berbadan tegap itu memaksa agar tidak memotret kendaraan jenis Mitsubishi Pajero berwarna hijau khas TNI itu.

"Kau hapus itu, ngapain kau foto - foto," kata pria yang tidak mau menyebutkan namanya itu.

Setelah dijelaskan, bahwa foto tersebut untuk kepentingan jurnalis ia pun tidak bisa membantah dan menanyakan identitas tim Tribun-medan.

Kemudian, setelah mencatat identitas di handphone pria itu pun pergi sambil mengeluarkan kata-kata ancaman.

"Tribun itu, kita cari keluarganya. Nanti kita bikin hilang tanpa jejak," teriak pria itu kepada temannya.

Terkait kejadian itu tribun-medan sempat mengkonfirmasi kepada Kapendam I/BB, Kolonel Inf Rico Julyanto Siagian.

Namun, Rico menanyakan tentang identitas pria yang tidak mau menyebutkan namanya itu.

"Oh gitu pak. Bapak ngga tau apa lagi saya. Kita tunggu saja info nya ya," kata Rico kepada Tribun-medan, Selasa (11/4/2023).

Lalu, saat disinggung soal keberadaan anggota nya di Polrestabes Medan sampai larut malam, ia mengaku tidak mengetahuinya.

"Waduh, kurang paham juga pak. Mungkin giat bukber atau rapat atau koordinasi, bagusnya tanya langsung di lapangan," sebutnya.

Lalu, setelah kurang lebih lima jam lamanya bertahan di Polrestabes Medan akhirnya gerombolan orang tersebut dan mobil dinas TNI AD itu meninggal lokasi.

Sumber: tribunnews
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita