Sorot Tajam Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Rizal Ramli: Ahok Kan Nggak Becus!

Sorot Tajam Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Rizal Ramli: Ahok Kan Nggak Becus!

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Kebakaran Depo Pertamina Plumpang tak luput dari sorotan Eks Menko Bidang Perekonomian, Rizal Ramli.

Rizal mengungkapkan jika sosok yang seharusnya diminta pertanggung jawaban adalah Ahok.

Menurutnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selaku komisaris Utama Pertamina harusnya bisa mengawasi kinerja direksi.


Rizal Ramli menyebut fungsi pengawasan Ahok selaku komisaris utama Pertamina ini tidak berjalan dengan baik.


Akibatnya, terjadi insiden kebakaran depo Plumpang yang menelan korban jiwa warga sipil.

"Harusnya yang bertanggung jawab direksi sama preskom (presiden komisaris) dong," ujar Rizal Ramli sebagaimana dilansir dari tayangan YouTube Realita TV pada kamis 16/3/2023.


Dalam hal ini, Rizal Ramli justru menanyakan kenapa semua orang tidak menyoroti kinerja Ahok, padahal jelas-jelas dia tidak bisa menjalankan fungsi pengawasan tersebut.


"Kok nggak berani sih, Ahok kan memang nggak becus," imbuh Rizal Ramli.

Tak hanya itu, Rizal Ramli juga melihat jika insiden kebakaran yang terus menerus terulang dalam kurun waktu dua tahun terakhir membuktikan secara manajemen di Pertamina tidak berfungsi dengan baik.


Rizal mengungkapkan ada hal yang tidak wajar jika enam kali mengalami insiden kebakaran dalam dua tahun yang dialami oleh Pertamina.

"Jadi, kalau sampai enam kali, ini menunjukkan manajemennya sama sekali tidak mengerti tugas dan tanggung jawab," kata Rizal Ramli.

Terakhir, Rizal Ramli merasa heran dengan sikap dari pemerintah yang cenderung lembek.

Padahal insiden kebakaran di Pertamina sudah berulang dalam dua tahun terakhir, namun pemerintah tidak tegas.

Saking kagetnya, Rizal Ramli sampai menggunakan diksi aneh bin ajaib terhadap pemerintah Republik Indonesia.

"Buat saya ini aneh bin ajaib. Kejadian berkali-kali tapi pemerintah kurang tegas," pungkasnya.

Sumber: suara
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita