Jejak Digital Dibongkar! Ayah David Korban Penganiayaan Disinggung Soal Karma

Jejak Digital Dibongkar! Ayah David Korban Penganiayaan Disinggung Soal Karma

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Ayah dari korban penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy, Jonathan Latumahina tak hilang dari pantauan netizen sampai jejak digitalnya yang kontroversi ikut dibongkar.
Bukan hanya ketiga orang yang terlibat dalam aksi penganiayaan, seperti halnya pelaku Mario Dandy, kekasih pelaku sekaligus mantan korban Agnes Gracia dan sosok korban penganiayaan David saja.

Status dan pekerjaan orang tua dari ketiga anak tersebut, ikut diselidiki oleh netizen dampaknya banyak instansi yang terseret juga seluruh jejak digital yang habis terbongkar.

Demikian pula dengan Jonathan Latumahina yang ternyata memiliki jejak digital yang meresahkan masyarakat online dan membuat gempar para pembaca yang baru membaca setiap tweetnya beberapa tahun kebelakang.

Sebagai petinggi GP Ansor, yang seharusnya sangat kental dengan unsur keagamaan sudah menjadi rahasia umum tentang hubungan yang juga erat dengan Nahdlatul ulama.

Ternyata bertolak belakang, berdasarkan hasil pencarian, Jonathan Latumahina ini sering memberikan tanggapan dengan mengetik kata-kata kasar (tidak sopan) dan tidak layak terhadap sebuah berita.

Sebuah akun Twitter @baguswivaksono memberikan bukti dari kebenaran jejak digital Jonathan Latumahina yang diunggah pada (8/12/20) dimana Ayah David ini memberikan tanggapan terhadap kejadian meninggalnya enam orang laskar FPI.

Mengetahui hal menggemparkan ini membuat netizen ikut berkomentar, bahwa apa yang terjadi merupakan karma dari perbuatan tak berperasaan Jonathan di masa lalu.

"Syukur dia dapat teguran lewat anaknya. Moga aja makin ditambah tegurannya. Ternyata binatang rupanya" tulis @Anc***** dikutip oleh bandung.suara.com pada Sabtu (25/2/2023).

"Jadi ingat korban KM50 yg lu hina dan lu buat mcam binatang.. Ngerasain juga kan diposisi org tua yang anaknya jadi korban KM50..??" tulis @krip*****

"Karma is a bitch, Jhonatan! She never forgives nor forget. Orang tua korban pembantaian KM50 sudah tenang, ikhlas walaupun tidak mendapatkan keadilan di dunia," tulis @RPang***** 

Selain itu diketahui bahwa petinggi GP Ansor itu merupakan seorang mualaf, seorang yang sebelumnya non muslim yang kemudian memeluk agama Islam. (*) Rahmah Afifah.

Sumber: suara
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita