Bus Polisi Penjaga Aksi Mogok Tarif Labuan Bajo Terbalik, 1 Tewas
logo

6 Agustus 2022

Bus Polisi Penjaga Aksi Mogok Tarif Labuan Bajo Terbalik, 1 Tewas

Bus Polisi Penjaga Aksi Mogok Tarif Labuan Bajo Terbalik, 1 Tewas


GELORA.CO - Salah satu bus pengangkut personel polisi dari Polda NTT terbalik di Wae Lengga Kecamatan Kota Komba Manggarai Timur, pada Jumat malam 5 Agustus 2022.

Kecelakaan itu terjadi pada pukul 20.00 WITA saat bus bernomor polisi EB 7004 DK itu melintasi Tengku Teang berjarak 1 kilometer dari Polsek Wae Lengga atau sekitar 2 kilometer menuju Pelabuhan Ferry Aimere.

Bus nahas tersebut merupakan bagian dari armada yang mengangkut ratusan anggota Polri yang pulang melakukan pengamanan dari Labuan Bajo Manggarai Barat menuju Kupang melalui Pelabuhan Aimere Kabupaten Ngada.

Baca juga: Soal Pihak Lain Ikut Baku Tembak, Pengacara: Bharada E Tak Menutupi

Kapolres Manggarai Timur AKBP I Ketut Widiarta mengatakan kecelakaan itu menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga anggota polisi terluka.

"Korban meninggal itu pengendara sepeda motor, meninggal dalam perjalanan ke RS Bajawa (Kabupaten Ngada). Sedangkan tiga anggota polisi terluka akibat terkena pecahan kaca," kata AKBP Widiarta dihubungi VIVA Nasional, Sabtu 6 Agustus 2022 pagi.

Kapolres Widiarta menjelaskan bus yang mengalami kecelakaan bukan milik Polri melainkan mobil sewaan untuk mengangkut anggota Polri yang pulang melakukan pengamanan aksi protes pelaku wisata di Labuan Bajo Manggarai Barat.

"Karena jumlah personel banyak ya sehingga tidak cukup diangkut dengan bus operasional kepolisian makanya menyewa bus ke Pelabuhan Aimere Kupang. Di dalam bus ada 25 penumpang termasuk supir dan kenet. Jumlah penumpang sesuai kapasitas bus, maksimal 25 orang," katanya.

Tabrakan dengan motor

Dijelaskan AKBP I Ketut Widiarta bahwa kecelakaan tersebut bermula saat supir bus hendak menyalip kendaraan di depannya. Namun saat bersamaan sebuah sepeda motor muncul dari arah berlawanan sehingga terjadilah tabrakan meskipun supir sempat berusaha membanting stir kembali ke jalurnya.

"Ceritanya supir bus ini ingin menyalip motor yang di depan tapi di saat yang sama muncul sebuah sepeda motor dari arah berlawanan. Terjadilah tabrakan. Supir memang sempat banting ke kiri menghindari tabrakan kemudian balas lagi ke kanan dan terbalik," terang I Ketut Widiarta.

Untuk tiga orang anggota polisi yang terluka imbuh dia, langsung dilarikan ke Puskesmas Wae Lengga termasuk supir dan kernet bus.

"Semua anggota polisi yang terluka sudah pulih setelah mendapat perawatan di Puskesmas Wae Lengga dan saat ini mereka sudah berada di kapal. Pagi ini kapalnya bertolak ke Kupang. Sedangkan supir dan kenet masih berada di Puskesmas Wae Lengga," tuturnya.

"Pagi ini baru dilakukan skep TKP. Kasat Lantas dan anggota sedang menuju TKP karena tadi malam kan belum bisa dilakukan olah TKP pagi ini baru bisa. Bus sudah dievakuasi ke Polsek Wae Lengga," tutupnya.

Untuk diketahui, anggota polisi yang mengalami kecelakaan di Wae Lengga adalah bagian dari 1.000 aparat gabungan yang dikerahkan ke Labuan Bajo.

Kepolisian menetapkan siaga satu setelah pelaku wisata mengambil langkah mogok sebagai bentuk protes terhadap kenaikan tarif masuk ke Pulau Komodo dan Pulau Padar dari Rp150.000 menjadi Rp3.750.000.

Dalam aksi mogok pada hari pertama dan kedua (1-2 Agustus) sebanyak 42 pelaku wisata ditangkap dan 15 diantaranya menderita luka-luka akibat dipukul aparat.

Sumber: viva