Orang Dekat Ahok Keluar dari PSI demi Dukung Anies, Pengamat Sebut Ada Dua Kemungkinan

Orang Dekat Ahok Keluar dari PSI demi Dukung Anies, Pengamat Sebut Ada Dua Kemungkinan

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sunny Tanuwidjaja secara mengejutkan memutuskan mundur dari partainya. Sunny beralasan sudah tidak memiliki kesamaan pandangan politik dengan PSI lantaran Sunny terang-terangan mendukung Anies Baswedan maju dalam pilpres 2024. 

Sebelumnya Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie menyebutkan Sunny sudah pamit dari partainya dan memutuskan mundur. PSI menurut Grace menghormati keputusan kadernya itu. Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai keluarnya Sunny dari PSI dan terang-terangan mendukung Anies bisa terjadi menguntungkan Anies disatu sisi namun ada kemungkinan merugikan di sisi lain. 

"Akan menguntungkan Anies kita tahu Sunny orang dekatnya Ahok dan Ahok dianggap menjadi lawan politk. Hingga saat ini PSI justru menyerang Anies. Secara politis akan menguntungkan Anies. Karena yang saat ini yang kontra terhadap Anies akan terpengaruh, salah satunya dengan Sunny ke luar dan mendukung Anies," ucap Ujang di konfirmasi pada Kamis (30/6/2022). 

Akan tetapi lanjut Ujang, dalam dunia politik segala kemungkinan bisa saja terjadi. Pendukung Anies perlu mempertimbangkan dengan matang terkait dukungan Sunny itu. Pasalnya jika tidak hati-hati akan jadi bumerang dalam mengawal langkah Anies mendapatkan tiket pencalonan pada pilpres 2024. 

"Tapi saya tidak tahu ya. Bisa jadi ini stretegi PSI agar seolah-olah Sunny masuk ke timnya Anies untuk mencari celah kekurangan Anies dan timnya agar bisa masuk ke dalam dan mengacak-acak timnya Anies itu sendiri," paparnya.

Sebagaimana diketahui, Sunny merupakan salah satu pendiri partai yang didominasi anak muda tersebut. Kendati sejak setahun belakangan Sunny tidak begitu aktif dalam aktifitas kepartaian. lantas bagaimana dengan dampak mundurnya Sunny dan dukungannya terhadap dukungan Anies maju capres. Tetu perlu menunggu waktu. [] 

Sumber: akurat
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita