Jika Urung Lakukan Reshuffle, Maka Jelas Jokowi Tak Peduli Rakyat!

Jika Urung Lakukan Reshuffle, Maka Jelas Jokowi Tak Peduli Rakyat!

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Wacana reshuffle atau perombakan Kabinet Indonesia Maju kembali bergulir di awal tahun ini. Pasalnya, isu ini sempat berhembus kencang akan dilaksanakan Presiden Joko Widodo pada akhir tahun 2021 kemarin.

Desakan kepada Jokowi agar segera mereshuffle sejumlah menteri disampaikan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie.



Jerry mendorong Jokowi memaknai reshuffle sebagai suatu keinginan yang disampaikan masyarakat untuk perbaikan tata kelola pemerintahan.

"Kalau tak ada reshuffle maka jelas Jokowi tak peduli dengan keinginan publik soal perombakan kabinet," ujar Jerry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (8/1).

Menurut Jerry, desakan reshuffle seolah ditutupi pemerintah dengan isu penambahan kursi wakil menteri (wamen) di beberapa kementerian.

"Padahal seyogianya bukan penambahan wakil menteri, tapi Jokowi harus ambil langkah reshuffle," tuturnya.

Urgensi reshuffle kabinet, menurut Jerry, terlihat dari efektivitas kinerja pemerintah dalam hal efektivitas sejumlah kementerian yang memang diberikan tambahan kursi wamen.

Dia menyebutkan salah satu contohnya adalah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, yang kini dipimpin oleh Nadiem Makarim.

"Nadiem Makarim kan tak ahli, bahkan tak punya pengalaman soal pendidikan. Tapi tetap bertahan," katanya.

Maka dari itu, Jerry menyarankan Jokowi agar segera merealisasikan kehendak rakyat untuk supaya ada penyegaran di kabinet. Selain itu, dia juga meminta agar pola reshuffle diubah.

"Menteri harus orang yang expert di bidangnya. Kalau tidak ada reshuffle maka pemerintahan bakal pincang, soalnya perlu ada penyegaran di kabinet," demikian Jerry. (RMOL)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita