Jejak Digital Novia Widyasari: Dukung Pembubaran FPI tapi Sebut Polisi Berat Sebelah di Kasus HRS

Jejak Digital Novia Widyasari: Dukung Pembubaran FPI tapi Sebut Polisi Berat Sebelah di Kasus HRS

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Warganet menemukan jejak digital akun Novia Widyasari Rahayu mendukung pembubaran FPI dan merasa Habib Rizieq itu korban diskriminasi lho.

Jadi jejak digital itu ditemukan dalam postingan Twitter Novia Widyasari pada tahun lalu saat ramai soal pesta Raffi Ahmad melanggar ketentuan kerumunan di masa pandemi.

Novia Widyasari bilang Habib Rizieq itu korban

Dalam cuitannya menanggapi soal diskriminasi Habib Rizieq dan Raffi Ahmad dalam kasus kerumunan dan prokes, Novia berpendapat rasanya Habib Rizieq memang jadi korban.

Jadi ada sebuah akun Twitter yang membahas berita polisi akan diskusi dengan Satgas Covid-19 untuk menentukan status pesta yang dihadiri Raffi Ahmad. Akun @ajenar menuliskan kok polisi diskusi sih, kalau yang hadir di acara itu Habib Rizieq langsung dipenjara.

Nah akun Novia Widyasari itu merespons jawaban akun ini, dan merasa Habib Rizieq itu memang didiskriminasi.

“Beda jumlah kerumunan kali yak. Gue bukan pendukung HRS tp gue ngrasain emg polisi kek berat sebelah gitu dr mulai kasus yg chat sampai sampai case kerumunan. Perihal chat 18+ gue mikir HRS tu korban dan kasus kerumunan juga kek heh uda jd rahasia umum bos bnyk yg nylenggarain nikah,” tulis Novia merespons.

Nah cuitan balasan Novia ini jadi diskusi beberapa akun di lini masa waktu itu, namun beberapa cuitan ini dihapus, entah kenapa.

Nah ujung dari utasan dan diskusi ini, sampai-sampai Novia Widyasari tegas mendukung mendukung pembubaran FPI.

“Sorry aja mas bisa cek TL saya karena saya sangat mendukung pembubaran FPI, kedua orang tua saya PNS dan calon suami saya polisi. Saya pro sekali sm pemerintah, kalo saya salah ya dilurusin. Jgn salah paham. Diskusi itu dengan otak dingin,” tulisnya.

Kasus Novia Widyasari

Sebelumnya, Jenazah Novia Widyasari ditemukan di samping pusara ayahnya di Pemakaman Islam TPI Dusun Sugihan, Sooko Mojokerto Jawa Timur, pada 2 Desember 2021, setelah menenggak racun akibat depresi yang dialaminya.

Awal mula depresi yang dialami oleh Novia Widyasari yaitu karena aksi bejat sang kekasih bernama Randy Bagus Hari Sasangko yang tak lain adalah seorang polisi.

Kemudian Novia memberitahukan kepada Randy Bagus Hari Sasangko, bahwa dirinya tengah hamil.

Alih- alih bertanggung jawab Randy Bagus Hari Sasangko justru menyuruh korban Novia Widyasari untuk melakukan tindakan aborsi dengan memintanya menelan beberapa pil penggugur kandungan.

Setelah Novia Widyasari melakukan aborsi, Randy Bagus Hari Sasangko justru malah acuh kepadanya.

Bahkan dirinya tak pernah membantu kondisi Novia Widyasari yang saat itu harus menjalani perawatan selama enam hari di rumah sakit.

Hingga kini di laman Twitter ramai dengan tagar #SAVENOVIAWIDYASARI sebagai bentuk kepedulian terhadap kekerasan yang dilakukan terhadap Novia. Pihak kepolisian juga sudah menetapkan Rendy kekasih novia sebagai tersangka atas tuduhan tindakan aborsi. [hops]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita