Bule Ini Jadi Mualaf Usai Menangis Baca Al-Quran di Halte Bis

Bule Ini Jadi Mualaf Usai Menangis Baca Al-Quran di Halte Bis

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Al-Quran menjadi kitab suci umat muslim yang memiliki makna mendalam terkait Islam dan rupanya mampu membuat seorang bule asal Jerman menangis usai membacanya. Bahkan, setelah air matanya mengalir ia mulai memutuskan mengimani Islam dan akhirnya menjadi seorang muslim.

"Ayat-ayat yang telah saya baca ini, saya masih tahu persis, mengenai hati saya sangat keras dan saya bahkan tidak tahu mengapa, tetapi kata-katanya tepat di hati dan saya baru saja mulai menangis setelah beberapa halaman pertama sehingga air mata mengalir," kata bule Jerman, Jeni, dikutip dari kanal YouTube Catatan Wisata Iman.

Semua bermula dari halte bis yang setiap hari didatangi oleh Jeni untuk bepergian. Saat memulai hari, Jeni tak sadar di hari itu adalah takdirnya untuk mengenal Islam. Sebab, ketika ia turun dari bis, ia bertemu dengan seorang pria muslim yang kini menjadi suaminya.

Ketika turun dari bis saat tiba di halte, ada sesuatu yang jatuh dari tas Jeni. Di udara bersalju itu, Jeni yang merasa kedinginan tak menyadari barangnya jatuh. Namun, pria muslim yang kini adalah suaminya, mengambil dan berusaha mengembalikan barang itu pada Jeni.

Usai pertemuan itu, Jeni merasa pria muslim itu membukakan pintu hatinya. Di awal, mereka hanya berbincang seputar kehidupan hingga kemudian Jeni tertarik mendengar tentang Islam. Mereka pun jadi rutin bertemu dan berteman meski berbeda agama.

Jeni adalah seorang nasrani dan tumbuh dengan agama itu di keluarganya. Ia tak mengenal Islam sedikitpun hingga akhirnya bertemu pria muslim yang bernama Havel. Sosok Havel membuatnya mempertanyakan perbedaan antara sikap seorang muslim yang kerap dikenalkan di media. Jeni selalu menilai bahwa muslim memiliki pribadi yang keras dan buruk, namun ia tidak melihatnya pada diri Havel.

"Havel akan menunjukkan bahwa sangat ramah. Jika saya di rumah bersama keluarganya asal Turki, saya selalu merasa sangat disambut dan mereka semua sangat baik. Sehingga semua teman muslim saya selalu melihat saya dan dia di pagi hari di bus," kenangnya.

Mulai penasaran

Dengan rutinnya bertemu, Jeni mulai penasaran akan perbedaan mencolok antara islam dan agama yang ia yakini. Jeni mendapatkan penjelasan terkait makanan yang haram, yakni babi, bahwa itu tak dikonsumsi oleh umat muslim dengan alasan dilarang oleh Allah SWT dan harus mematuhi perintahnya. Selain itu, Jeni juga mendapat pandangan Islam terkait nabi Isa.

"Pertanyaan yang terlalu khas ditanyakan apa perbedaan kekristenan. Dia menceritakan pada saya tentang indahnya surga. Dia menjelaskan kepada saya, yesus dalam dilihat islam. Jadi yesus bukan sebagai Tuhan yang terlihat tetapi dia sebagai nabi Isa dan itu adalah sesuatu seperti, itu benar-benar membuat saya berpikir," ujar Jeni.

Jeni mulai mengulik sendiri mengenai Islam dari video-video di YouTube dan media sosial lain. Jeni mengaku merasa mulai meyakini agama Islam namun ia masih belum berani untuk pindah agama.

Dari pencariannya akan Islam, ia menemukan bahwa Al-Quran adalah kitab suci umat muslim yang memberi banyak jawaban pasti. Dilanda rasa penasaran, Jeni yang baru tiba di halte bis, langsung duduk dan segera membaca Al-Quran.

"Saya masih tahu persis sampai hari ini. saya hanya duduk di sana di halte bus dan membaca quran," kata dia.

Terduduk seraya memegang Al-Quran, Jeni berusaha menutupinya dengan kertas hitam agar tak diketahui orang sekitar. Ketika membacanya dengan sedikit keras, Jeni yang baru mulai membaca ayat Al-Baqarah, seketika tersentak dan menangis.

"Ketika saya mulai membaca saya tidak tahu persis ayat pertama surat albaqarah, lalu di surat kedua mengenai hati saya. Jadi (ini tentang) kamu bisa katakan bahwa mereka (kafir) seharusnya melihat, tapi tidak melihatnya (tanda islam). Atau tidak ingin mendengarnya," jelas Jeni.

"Ayat ini ketika saya membacanya langsung mengenai hati saya. Baru beberapa halaman, saya menangis. Air mata saya mengalir," kenangnya.

"Buat saya itu sebuah tanda, bahwa Allah mengirimimu tanda untuk pindah agama. Lalu saya bilang, ok saya ingin jadi muslim. Lalu saya memeluk islam di rumah," tuturnya.

Ia membaca kalimat syahadat di rumah dan mengulanginya lagi di mesjid sembari ditemani Havel. Jeni juga segera memakai hijab dan mulai melakukan perintah-perintah agama Islam, serta menikah dengan Havel. (viva)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita