Pilih Jadi Mualaf, Eks Bos Samsung: Saya Melihat Sendiri Bagaimana Muslim Berperilaku

Pilih Jadi Mualaf, Eks Bos Samsung: Saya Melihat Sendiri Bagaimana Muslim Berperilaku

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Eks Vice President Samsung Indonesia, Lee Kang Hyun dengan mantap memilih untuk menjadi seorang mualaf.

Ternyata alasan dirinya memilih untuk menjadi mualaf karena dia sangat cinta dengan Indonesia melalui ajang pena.

Lee mengaku punya sahabat pena dan kebetulan saja sahabatnya itu merupakan Warga Negara Indonesia.

Pada saat itu, tahun 1989, Lee sempat mengunjungi sahabat pena-nya itu di Aceh.

Keluarga sahabatnya itu menyambut dirinya dengan sangat hangat dan sangat ramah sehingga dia betah tinggal di Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya di sebuah konten video yang diunggah oleh kanal YouTube Ilham TV pada Sabtu (5/6/2021) lalu.

“Ketika pulang ke Korea, mereka selalu muncul dalam mimpi saya. Benar-benar ingat terus,” kata Lee.

Lee yang sebelumnya belum fasih berbahasa Indonesia pada akhirnya memutuskan untuk mempelajarinya.

Lebih hebatnya lagi, Lee sampai-sampai memutuskan untuk mengambil pendidikan khusus satu bulan di Universitas Indonesia (UI).

Pada tahun 1991, Lee akhirnya bekerja di Samsung dan mendapat kesempatan untuk mengambil bagian di Samsung Indonesia.

Meski sudah sukses, Lee merasa ada sesuatu yang kuang dan belum banyak hal yang diketahuinya.

Hal tersbeyt tentang pengetahuannya tentang Agama Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia.

“Agama di sini (Indonesia) sudah menjadi bagian kehidupan. Berbeda sekali dengan di Korea. Di Korea, mayoritas memilih tidak beragama dan hal itu tidak jadi masalah,” paparnya.

Maka dari itu, sahabat Lee pun akhirnya mengenalkan dan mengajarkannya tentang Islam.

Lee merasa tertarik mempelajari Islam karena ada ayah dari sahabatnya yang selalu mengajarkan ilmu agama melalui pengajian.

Bukan hanya itu saja, ibu dari sahabat Lee ternyata juga seorang pendiri panti asuhan.

Sejak saat itu, Lee secara pribadi memutuskan untuk memperdalam ilmu tentang Agama Islam.

“Jadi, saya benar-benar melihat sendiri bagaimana Muslim berperilaku. Kemudian saya diajari sholat.” ucapnya.

Lalu pada tahun 1994 Lee memutuskan untuk menjadi seorang mualaf dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Menurut Lee, menjadi seorang pemeluk agama Islam bukan suatu hal yang mudah.

Salah satu hal yang sulit Lee pelajari sebagai seorang mualaf yakni adalah dia harus menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Meski begitu perlahan-lahan Lee bisa terbiasa dengan ajaran itu karena teman-temannya di Korea bisa sangat menghormatinya.

Bahkan Lee bercerita sempat memiliki nama panggilan ‘Kiyai Haji’ oleh para karyawan yang ada di kantor.

“Nama saya KH Lee, mungkin orang-orang memanggil ‘Kiai Haji Lee’, jadi sekalian didoakan.” imbuh Lee. [poskota]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita