MUI: Pemerintah Harus Konsisten, Jangan Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel

MUI: Pemerintah Harus Konsisten, Jangan Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai penting agar pemerintah Indonesia tetap menjaga Indonesia berada dalam posisi mendukung Palestina di tengah konflik dengan Israel. Jangan buka hubungan internasional dengan Israel. 

Menurut Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, sikap itu penting untuk tetap dianut Indonesia sampai Israel berhenti untuk melakukan aksi kejinya terhadap Palestina.

"Saya kira bangsa Indonesia itu kita semua perlu memberikan support dan menjaga agar Indonesia tetap tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan israel. Nah di samping itu secara konsisten Indonesia juga tidak akan melakukan kerja sama dengan Israel sepanjang Israel tidak menghentikan aksi brutal genosida dan aneksasi terhadap Palestina," ujar Sudarnoto dalam diskusi virtual yang digelar komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Kamis (25/11).

Jika langkah kerja sama dengan Israel nekat dilakukan, hal itu menurut Sudarnoto jelas akan menyalahi amanat yang terkandung dalam pembukaan Undang-undang 1945 untuk membantu menjaga ketertiban dunia.

"Bekerja sama dengan israel menurut hemat saya adalah sama artinya dengan menodai amanat pembukaan undang-undang Dasar 1945. Nah karena itu terkait dengan ini maka penting untuk mengingatkan semua komponen bangsa agar tetap menjaga marwah dan kehormatan bangsa dengan tidak melakukan hubungan kerja sama dengan israel," ucap Sudarnoto.

Tak hanya membatasi kerja sama, langkah diplomatik lainnya dengan mendesak PBB untuk mengeluarkan Israel dari daftar keanggotaan lembaga tersebut jadi upaya yang mungkin dapat ditempuh Indonesia.

"Hemat Kami memang perlawanan terhadap Israel perlu dilakukan terus-menerus. pertama perjuangan diplomatik antara lain misalnya mendesak agar Israel dikeluarkan dari keanggotaannya di PBB ini tentu saja dilakukan dalam rangka semacam sanksi diplomatik atas berbagai kejahatan dan pelanggaran Israel terhadap hukum internasional," ungkap Sudarnoto.

"Kalau diperlukan mendesak masyarakat internasional untuk menyeret Israel ke pengadilan internasional atas semua kejahatan yang telah dilakukan terhadap rakyat dan bangsa Palestina," lanjutnya.

Di samping itu, desakan kepada Organisasi Kerja sama Islam (OKI) dipandangnya juga dapat jadi solusi lain untuk memastikan tiap negara muslim dapat memperoleh dukungan dari negara lain khususnya untuk menangani permasalahan di negaranya.

"Dorongan kepada OKI untuk mengkonsolidasi persatuan negara muslim itu juga perlu dilakukan supaya tidak ada lagi konflik di kalangan anggota atau di internal negara muslim," kata Sudarnoto. [kumparan]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita