Di-bully Usai Sumbang Pengadaan Alat PCR, Kata Luhut: Lengkaplah Penderitaan
logo

11 November 2021

Di-bully Usai Sumbang Pengadaan Alat PCR, Kata Luhut: Lengkaplah Penderitaan

Di-bully Usai Sumbang Pengadaan Alat PCR, Kata Luhut: Lengkaplah Penderitaan


GELORA.CO - Akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan adanya beberapa menteri di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebut-sebut mengambil keuntungan dari pengadaan tes PCR.

Salah satu menteri yang disebut melakukan tindak pelanggaran itu adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan.

Namun, Luhut sudah berulang kali mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan tindak pelanggaran itu.

Hal tersebut coba diklarifikasi Luhut saat dia diundang untuk hadir sebagai tamu di Podcast YouTube Deddy Corbuzier.

Jika masih banyak orang yang mencurigai dirinya, Luhut pun menegaskan kalau dia sangat siap untuk diaudit dan diperiksa.

Luhut enggan melakukan sumpah apapun dan hanya bersedia untuk dilakukan pengauditan agar semua permasalahan bisa segera selesai.

“Audit aja, emang saya juga suka diaudit. Lah kan biar jangan ada dusta diantara kita,” kata Luhut.

“Paling gampang udahlah jangan sumpah-sumpah, besok suruh diaudit gitu, ada nggak saya menerima deviden gitu,” tambahnya.

Kemudian Luhut menjelaskan mengapa ada nama dirinya di PT Genomik Solidaritas Indonesia (PT GSI).

Perushaan tersebut merupakan salah satu perusahaan swasta yang menjalankan bisnis tes PCR.

Luhut menyebut dirinya justru yang menyetujui adanya bantu pengadaan dana tes PCR, Genose, alat-alat dan lainnya agar bisa disumbangkan kepada masyarakat.

Seluruh hal itu dilakukan oleh Luhut dengan menggunakan uang dari perusahaannya sendiri dan bukam dari uang lain.

Bahkan uang yang digunakan dari perusahaan itu juga diklaim Luhut sebagai uang milik dirinya pribadi.

“Saya itu nyumbang ded, tapi enggak enak, dibuat tangan kiri terus tangan kanan tahu. Itu kan enggak elok. Mereka yang ngadain saya hanya ngasih duit enggak tahu berapa milliar saya kasih,” ucap Luhut.

Luhut pun akhirnya bingung kenapa dirinya masih saja terkena bully oleh publik padahal sudah berusaha keras membuat bantuan di masa pandemi Covid-19 ini.

“Saya udah ngerjain, saya udah nyumbang, dibully lagi… jadi lengkap lah penderitaan itu,” imbuhnya.

“Sekarang apa susahnya sih ded? Lu audit aja itu selesai kok, ngapain jadi mulut-mu capek-capek nyumpahin orang padahal kamu sendiri belom tentu nyumbang dan di mana kamu tadi pas ramai-ramai Covid gitu,” ucapnya menambahkan.

Sebelumnya Luhut Binsar Pandjaitan juga sudah secara tegas membantah bahwa dirinya mengambil keuntungan dan berbisnis tes PCR.

Luhut bersumpah bahwa dia tidak sedikit pun mengambil keuntungan pribadi dari bisnis yang dijalankan PT Genomik Solidaritas Indonesia (PT GSI).

Menurut Luhut, PT GSI dibentuk bukan untuk mencari profit bagi para pemegang sahamnya.

PT GSI disebut Luhut sebagai perusahaan yang mempunyai tujuan untuk membantu masarakat Indonesia selama terjadinya pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Luhut melalui Instagram Stories akun pribadinya pada Kamis (4/11/2021).

Meksi begitu, Luhut tidak menampik bahwa PT GSI tidak sepenuhnya hasil yang ada di perusahaan tersebut diberikan secara gratis.

“Sesuai namanya, Genomik Solidaritas Indonesia, memang ini kewirausahaan sosial, sehingga tidak sepenuhnya bisa diberikan secara gratis,” tulis Luhut.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan kalau partisipasi yang diberikan melalui Toba Bumi Energi merupakan sebagai wujud bantuan.

Bantuan tersebut diinisiasi oleh rekan-rekan Luhut dari Grup Indika, Adaro, Northstar, dan lainnya yang sepakat membantu penyediaan tes Covid-19 dengan kapasitas besar.

"Bantuan melalui perusahaan tersebut merupakan upaya keterbukaan yang dilakukan sejak awal," tambah Luhut. [poskota]