Viral Sender Curhat Diberi Tetangga Kuah Sayur Sisa Hajatan, Tuai Teguran Massal
logo

12 Oktober 2021

Viral Sender Curhat Diberi Tetangga Kuah Sayur Sisa Hajatan, Tuai Teguran Massal

Viral Sender Curhat Diberi Tetangga Kuah Sayur Sisa Hajatan, Tuai Teguran Massal


GELORA.CO - Curhatan seorang pengguna Twitter atau sender seputar tetangganya menjadi viral. Ia blak-blakan curhat sang tetangga memberi keluarganya kuah sayur sisi makanan hajatan.

Kisah ini dibagikan oleh akun Twitter @SeputarTetangga. Hingga berita ini dipublikasikan, cuitan tersebut sedikitnya telah di-retweet 130 kali dan mendapatkan 782 tanda suka.

"Kuah sayur," cuit akun @SeputarTetangga sebagai keterangan Twitter seperti dikutip Suara.com, Selasa (12/10/2021).

Sender ini menceritakan semalam tetangganya mengadakan hajayan di rumah. Tiba-tiba, keesokan harinya tetangga tersebut mengetuk rumahnya.

"Jadi, kemarin-kemarin nih tetangga aku kan adain hajatan di rumahnya kan. Nah dia tuh tiba-tiba besok paginya ngetuk rumahku," cerita sang sender.

Ternyata, sang tetangga datang membawa makanan sisa hajatan. Tetangga itu memberikan kuah sayur sisa kemarin, tanpa ada sayurnya. Makanan tersebut kemudian diterima oleh ibu sender.

Viral Sender Curhat Diberi Tetangga Kuah Sayur Sisa Hajatan, Tuai Teguran Massal. (Twitter/@SeputarTetangga)

"Mamahku keluar, terus si tetangga ini bilang intinya kek, 'Ini loh ada sisa kuah sayur kemarin. Emang sih sayurnya sudah habis, tapi ada kuahnya'," ungkap sender tersebut.

Karena tidak mau menyinggung perasaan, sender mengatakan ibunya menerima sisa kuah sayur tersebut. Namun, ia membeberkan tidak ada anggota keluarganya yang mau memakan sisa sayur itu.

"Wkwkwkwkwkwkwk akhirnya yaudahlah, gak enak juga mamahku buat menolak. Akhirnya diambil aja, meski gak ada yang makan," curhat sang sender.

Sender ini mengakui cukup heran dengan aksi tetangganya yang hanya memberikan kuah sayur. Pasalnya, sisa makanan itu benar-benar berupa kuah tanpa sayur.

Selain itu, tetangganya juga menyadari sisa makanan yang diberikan hanya kuah. Sang sender juga mengakui heran karena teringat pesan ibunya.

Selama ini, sang ibu selalu mengingatkan dirinya untuk memberikan yang terbaik jika ingin berbagi.

"Ya ampun, dia aja tahu itu sudah gak ada sayurnya, masih aja dikasihin. Kayak aneh aja. Soalnya mamah selalu ajarin aku buat kasih yang paling baik kalau mau berbagi. Trims min," pungkasnya.

Curhatan sender itu ramai mendapatkan perhatian warganet. Mereka menuliskan beragam komentar teguran kepada sang sender yang dinilai julid.

Menurut warganet, sang sender seharusnya menghargai pemberian tetangga itu, meski tidak seberapa.

"Sorry to say, dikasih apapun jangan dibiasain julid. Lo nggak perlu effort apapun untuk ngedapetin itu. Kalau emang nggak ada yang mau makan yaudah, tapi please jangan julid in orang yang ngasih," tegur warganet.

"Sama tetangga gak boleh gitu, Nder. Kalau dikasih ya diterima, meskipun gak doyan. Kalau bisa dimodifikasi kuahnya jadi menu baru. Masakan sendiri aja kalau masih ada kaldu atau kuah bisa dimodifikasi kok. Baik-baik sama tetangga, terutama yang pintu rumahnya paling dekat ke pintu rumahmu," pesan warganet.

"Pernah diceritain sama Ustadz, dulu nabi ngasi tahu istrinya kalau masak sayur itu kuahnya dilebihkan, tujuannya biar sewaktu-waktu tetangga minta tuh ada gitu. Walaupun cuma berupa kuah tapi sudah termasuk sedekah ke tetangga. Ya intinya segamampu orang selalu ada cara buat sedekah gitu," tambah yang lain.

"Dulu pernah dikasih kuah soto semangkok besar. Aku kok suka-suka aja ya, dicampur nasi sama lauk sendiri buat sarapan tambah enak," curhat warganet.

"Susah yah hidup bertetangga, ada orang hajatan gak ngasi apa-apa ke tetangga dijulitin, diusahain ngasih walaupun seadanya tetep dijulitin," sindir warganet.

"Kalau gue yaudah sih, bodo amat tetangga mau ngasih kuahnya doang atau mungkin next time sayurnya doang. Suka ya dimakan atau diolah lagi, enggak ya tinggal buang, ngapain pakai returning the favor dengan niat bikin dia malu, lah siapa kita yang ngerasa entitled banget harus 'ngajarin' dia," komentar warganet.[suara]
close
Subscribe