Isnaeni Muallidin: BUMN Kita Zombie, Pengeluaran Lebih Banyak daripada Pemasukan
logo

6 Oktober 2021

Isnaeni Muallidin: BUMN Kita Zombie, Pengeluaran Lebih Banyak daripada Pemasukan

Isnaeni Muallidin: BUMN Kita Zombie, Pengeluaran Lebih Banyak daripada Pemasukan


GELORA.CO - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) "Zombie", istilah yang disematkan untuk perusahaan-perusahaan milik negara yang telah mati suri, masih menjadi momok bagi perekonomian nasional.

Pakar Kebijakan Publik Isnaeni Muallidin menilai, istilah BUMN Zombie merupakan realitas yang terjadi di sejumlah perusahaan plat merah.


Pasalnya, BUMN-BUMN yang ada saat ini cenderung mendapatkan keuntungan atau pemasukan yang lebih sedikit ketimbang income-nya.

"BUMN kita BUMN Zombie. Di mana pengeluaran lebih banyak daripada pemasukan," kata Isnaeni saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk "RUU BUMN; Refleksi Kritis terhadap Kedaulatan Ekonomi Nasional" pada Rabu sore (6/10).

Isnaeni menyarankan, salah satu upaya melakukan penguatan terhadap BUMN, perlu digalakkan motivasi ideologi nasional.

Dengan demikian, menurut Isnaeni, semua direksi BUMN memiliki orientasi yang sama yakni untuk kepentingan perekonomian nasional.

"Harus ada motivasi ideologi, privatisasi itu harus disertai dengan ideologi. Bagaimana mereformasi BUMN melalui RUU BUMN, agar ada nasionalisme dalam perekonomian nasional," tuturnya.

Ia mencontohkan penjualan PT Indosat, melalui salah satu program privatisasi di BUMN. Dalam catatannya, akan menjadi berbahaya ketika privatisasi dimaknai sebagai upaya menjual aset nasional kepada asing.

"Privatisasi, ketika ditempatkan di dalam konteks liberalisasi, menjual Indosat oleh pemerintah kita terdahulu misalnya, itu menjadi justifikasi kita menjual kepada asing," sesalnya.

"Lalu, bagaimana mewujudkan demokratisasi BUMN itu di dalam privatisasi didirikan untuk demokrasi ekonomi? Jangan sampai ini fokus menjual," demikian Isnaeni.

Turut hadir dalam webinar yang diselenggarakan oleh Korps Alumni HMI (KAHMI) itu yakni Ekonom Senior Indef Faisal Basri, Menneg BUMN 1997-1998 Tanri Abeng, Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Reza, dan Komisioner KPPU RI Ukay Karyadi. (RMOL)
close
Subscribe