Hari Libur Keagamaan Digeser, PA 212 Khawatir Lambat Lau Syiar Agama Hilang di Negeri Ini

Hari Libur Keagamaan Digeser, PA 212 Khawatir Lambat Lau Syiar Agama Hilang di Negeri Ini

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif merespons soal hari libur keagamaan yang masih digeser.

Slamet pun mempertanyakan maksud pemerintah di balik pergeseran hari libur keagamaan.

Sebab, kondisi pandemi covid-19 terbilang mulai menurun.

"Sangat menyedihkan dan memprihatinkan hati ini," kata Slamet kepada GenPI.co, Rabu (13/10).

Sebab dengan pergeseran hari, maka momentum dan sejarah peristiwa yang terjadi pada hari itu ikut bergeser.

Lebih jauh lagi, Slamet menyebut bisa menghilangkan makna dan arti dari sebuah peristiwa keagamaan tersebut.

"Padahal, sejarah pada suatu peristiwa berharga bagi umat, bahkan diagungkan," katanya.

Pentolan 212 ini khawatir, ke depan penggerusan nilai ini makin menjadi.

"Lambat laun saya khawatir, syiar agama akan bisa hilang dari negeri yang mayoritas muslim ini," katanya.

Seperti diketahui, peringatan Maulid Nabi 2021 jatuh pada 12 Rabiul Awal atau 19 Oktober.

Namun, pemerintah menetapkan hari libur Maulid Nabi justru sehari setelahnya atau pada 20 Oktober 2021.

Sementara itu, Ketua MUI bidang dakwah dan ukhuwah Cholil Nafis mengatakan, pergeseran hari libur keagamaan agar menjaga mobilitas warga sudah tak relevan.

Hal itu lantaran angka covid-19 sudah menurun. Selain itu, hajatan nasional seperti PON Papua sudah mulai digelar.

Ketua MUI ini pun meminta agar keputusan lama itu bisa segera diperbaharui. [genpi]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita