Gus Yahya:Saya Tak Berobsesi Jadi Presiden,Nyaleg Saja Dilarang Gus Dur, Apalagi Nyapres

Gus Yahya:Saya Tak Berobsesi Jadi Presiden,Nyaleg Saja Dilarang Gus Dur, Apalagi Nyapres

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Katib Aam NU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menepis anggapan seolah dirinya ingin maju menjadi Ketua Umum PBNU agar bisa menjadi calon presiden pada 2024. 

Dia bahkan akan menerapkan kebijakan agar Ketua Umum PBNU ke depan tidak ikut terlibat dalam kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden. Hal ini agar ke depan NU dapat kembali berperan sebagai penyangga sistem bagi keutuhan NKRI.

"Nahdlatul Ulama harus kembali sebagai penyangga sistem. Bahaya politik identitas ini sulit dicegah karena para politisi instan pasti akan selalu mencari sumber daya instan untuk mendapatkan dukungan. Cara paling instan yang mudah didapat adalah dengan memainkan identitas, terutama agama. Ini bahaya," papar Gus Yahya kepada tim Blak-blakan detik.com, Kamis (15/10/2021).

Nahdlatul Ulama, dia melanjutkan, sebetulnya punya potensi dan sudah puluhan tahun berpengalaman sebagai penyangga keutuhan NKRI. Ke depan NU harus memainkan lagi fungsi ini. Syaratnya, menurut pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Tholibin, Rembang, NU tidak boleh menjadi pihak di dalam sengketa politik agar fungsi sebagai penyangga bisa efektif.

"Tanpa itu, NU tak akan bisa lagi menengahi. Karena itu saya tidak ingin ada pola capres atau cawapres dari PBNU, supaya NU tidak menjadi pihak bila terjadi persoalan," kata Gus Yahya.

Dia menegaskan dirinya tak punya obsesi menjadi Presiden. Andai ingin menjadi calon presiden sekalipun dia merasa tak perlu menjadi pengurus apalagi ketua umum PBNU. Sebab dirinya tahu bagaimana cara mengkapitalisasi manuver untuk mendapatkan perhatian publik. "Saya dulu itu mau nyalon jadi anggota DPR saja gak boleh sama Gus Dur, apalagi jadi Presiden ha-ha-ha," seloroh putra sulung KH Cholil Bisri itu.


Dengan fokus menjadi ketua umum PBNU kelak, Gus Yahya cuma berharap semoga masih bisa masuk dalam janjinya Hadratussyeh KH. Hasyim Asy'ari, bahwa barang siapa mau ikut merawat NU dia kuanggap santriku, dan barang siapa menjadi santriku aku mendoakannya beserta seluruh keluarga dan keturunannya husnul khotimah.(detik)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita