Duterte Mundur dari Dunia Politik, Wakilnya Leni Robredo Siap Maju Jadi Capres Filipina

Duterte Mundur dari Dunia Politik, Wakilnya Leni Robredo Siap Maju Jadi Capres Filipina

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Hanya beberapa saat setelah Rodrigo Duterte menyatakan mundur dari dunia politik, muncul pernyataan dari wakilnya saat ini, Leni Robredo, yang mengungkapkan kemungkinan untuk mencalonkan diri sebagai presiden Filipina berikutnya.

Juru bicara Robredo, Barry Gutierrez, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu (3/10), bahwa kritikus vokal dari perang narkoba kontroversial Duterte itu akan menyampaikan keputusannya pada minggu ini.

Gutierrez mengatakan kepada AFP bahwa dia belum menerima nominasi koalisi oposisi, dan akan mengumumkan keputusan dari Robredo sebelum batas waktu pengajuan pada 8 Oktober mendatang.

Duterte, yang secara konstitusional dilarang mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua, pernah  menyatakan pada Agustus lalu bahwa dia akan mencalonkan diri sebagai wakil presiden. Namun, secara mengejutkan pada Sabtu (2/10) Duterte mengatakan ia akan pensiun.

Pernyataan itu disambut dengan skeptisisme yang mendalam di antara para analis.

Para analis merujuk pada pernyataan Duterte yang membuat pengumuman serupa pada September 2015, dengan mengatakan dia akan pensiun dari kehidupan publik untuk selamanya, namun tak lama disusul pengumuman pencalonannya sebagai presiden dua bulan kemudian.

Duterte sendiri belum menunjuk penggantinya, tetapi mengindikasikan putrinya Sara akan mencalonkan diri bersama ajudan lamanya Senator Christopher Go.

Survei menunjukkan Sara Duterte, putra mantan dictator yang memiliki nama sama dengan ayahnya Ferdinand Marcos, juara tinju Manny Pacquiao dan walikota Francisco Domagoso adalah kandidat terdepan di antara calon presiden potensial.

Pacquiao dan Domagoso telah mengumumkan bahwa mereka maju, sementara dua lainnya belum mengonfirmasi.

Musim pemilihan Filipina dimulai pada hari Jumat ketika selebriti dan tokoh politik berbondong-bondong ke kantor komisi pemilihan untuk mengajukan pencalonan mereka.

Proses tersebut meluncurkan kampanye tujuh bulan yang biasanya ramai dan mematikan untuk lebih dari 18.000 posisi.[rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita