Di Tengah Konflik PD, Moeldoko Ditawari Jadi Pemimpin Partai Priboemi
logo

5 Oktober 2021

Di Tengah Konflik PD, Moeldoko Ditawari Jadi Pemimpin Partai Priboemi

Di Tengah Konflik PD, Moeldoko Ditawari Jadi Pemimpin Partai Priboemi


GELORA.CO - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mendapatkan tawaran untuk menjadi pemimpin Partai Priboemi.
 
Tawaran ini disampaikan oleh Sekjen DPP Partai Priboemi Heikal Safar.
 
Heikal menyebut langkah ini sebagai upaya untuk meredam dan menghentikan konflik saling klaim kepemimpinan di tubuh internal Partai Demokrat.

"Saya ingin menghibahkan Partai Priboemi kepada Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan seluruh pendukungnya," ungkap Heikal dikutip dari JPNN.com, Selasa (5/10). 
 
Heikal mengaku khawatir dengan konflik yang terjadi antara dua tokoh nasional TNI yaitu Moeldoko dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat ini menjabat sebagai Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Menurutnya, konflik tersebut bisa berdampak pada musnahnya keteladanan berdemokrasi dalam berpolitik di mata publik nasional maupun internasional.  
 
"Sehingga moral saya terpanggil untuk mengambil langkah cepat dan konkret ingin menghibahkan Partai Priboemi kepada Jenderal TNI (Purn) Moeldoko beserta seluruh pendukungnya demi menjaga stabilitas perpolitikan di tanah air," sambungnya.

Heikal menjelaskan bahwa Partai Priboemi dideklarasikan oleh mantan panglima TNI Almarhum Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Priboemi.
 
Partai Priboemi adalah parpol nasionalis yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, yang memiliki visi memperjuangkan masyarakat pribumi agar dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Sehingga sesuai dengan program kerja kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden KH Maruf Amin yakni agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri," katanya.

Lebih lanjut, Heikal menyarankan agar Moeldoko mengalah untuk menang dengan menerima tawaran darinya untuk memimpin Partai Priboemi. [genpi]
close
Subscribe