Datanya Gak Jelas, Polri Ogah Tanggapi Tagar #PercumaLaporPolisi

Datanya Gak Jelas, Polri Ogah Tanggapi Tagar #PercumaLaporPolisi

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Polri menganggap tagar #PercumaLaporPolisi yang viral di media sosial tidak jelas basis datanya. 

Diketahui tagar itu muncul usai penghentian pengusutan kasus ayah perkosa tiga anak sendiri yang terjadi di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

"Banyak diabaikan ya datanya dari mana dulu? Yang jelas apabila setiap laporan masyarakat yang menginginkan pelayanan kepolisian di bidang penegakan hukum, pasti akan ditindaklanjuti," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Jumat (8/10).



Pada prinsipnya, Rusdi menekankan, bahwa polisi pasti akan menerima setiap laporan yang dibuat oleh masyarakat. Dan proses hukum akan ditindaklanjuti apabila ditemukan alat bukti yang cukup. Jika tidak, maka penyidik pasti tak akan melanjutkan laporan tersebut.

"Ketika satu laporan ternyata alat-alat bukti yang menjurus pada laporan tersebut tidak mencukupi, dan ternyata memang penyidik berkeyakinan tidak ada suatu tindak pidana, tentunya penyidik tidak akan melanjutkan laporan tersebut," imbuhnya.

Pada Jumat pagi (8/10), tagar #PercumaLaporPolisi masih menjadi trending di twitter. Sejumlah netizen mengaku marah sekaligus sedih dengan kasus ayah perkosa tiga anak sendiri yang terjadi di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan tersebut(RMOL)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita