Bos Bio Farma Anggap Pandemi Covid-19 Itu Berkah ketimbang Masalah

Bos Bio Farma Anggap Pandemi Covid-19 Itu Berkah ketimbang Masalah

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir memilih untuk menganggap pandemi Covid-19 sebagai berkah ketimbang masalah. Ia pun menjelaskan pandangannya tersebut.

"Saya pikir ini positifnya berkah sebenarnya. Karena kalau kita mau lihat sesuatu karya itu harus diuji. Bagi saya pandemi ini berkah," ujar Honesti dalam sebuah acara daring, Kamis, 7 Oktober 2021.

Pagebluk menghantam Indonesia beberapa bulan setelah Honesti mulai menjabat sebagai Direktur Utama Bio Farma sejak September 2019. Dengan adanya pandemi, perseroan pun mesti bergerak cepat mendukung pemerintah menangani pandemi Covid-19.

"Di sisi lain, kami harus melakukan fungsi lain bagaimana menata transformasi Bio Farma menjadi holding," kata Honesti. Sejak akhir 2019, pemerintah memang mempersiapkan Bio Farma menjadi perusahaan induk holding BUMN farmasi yang menaungi dua perusahaan lainnya, Kimia Farma dan Indofarma.

Dengan adanya pandemi, Honesti pun merasa dapat melihat bahwa banyak hal yang harus dibenahi dalam penataan holding. Pagebluk juga memberi kejelasan prioritas yang perlu dilakukan, sehingga fungsi Bio Farma sebagai holding bisa benar-benar sesuai amanah pemegang saham.

Melalui wabah Covid-19, ia pun melihat bahwa ketahanan kesehatan Tanah Air rapuh. Bahkan, ia mengatakan kemandirian kesehatan Indonesia sebagai satu negara juga rapuh.

"Tapi permasalahan ini tidak hanya dialami Indonesia ketika pandemi. Bahkan negara besar pun merasakan banyak yang harus dibenahi," tutur dia.

Honesti menilai kolaborasi menjadi hal yang sangat diperlukan untuk bisa bangkit dari pandemi ini. Situasi tersebut menjadi dasar semua pihak untuk berbenah.

Ia mengibaratkan pembenahan, khususnya di dalam Bio Farma, itu seperti membangun rel kereta api. Rel kereta terus ditambah dan dibangun, sementara keretanya tetap jalan. "Kita harus melakukan fungsi dua-duanya."

Apalagi, kata dia, Bio Farma sebagai BUMN farmasi memiliki dua fungsi. Pertama, sebagai agen pembangunan yang membantu pemerintah dalam hal seperti saat ini. Kedua adalah fungsi BUMN untuk menciptakan nilai.

"Jadi bagaimana membantu pemerintah mengatasi pandemi dan paralel dengan melakukan penataan holding-nya untuk menghasilkan value yang akan membantu tidak hanya BUMN, tapi ekonomi Indonesia keseluruhan," kata Honesti. [tempo]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita