Tak Diundang ke Pengajian Tuti-Amel, Keluarga Mulai Asingkan Yosef?
logo

11 September 2021

Tak Diundang ke Pengajian Tuti-Amel, Keluarga Mulai Asingkan Yosef?

Tak Diundang ke Pengajian Tuti-Amel, Keluarga Mulai Asingkan Yosef?


GELORA.CO - Pengajian Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Sari (Amel) yang berlangsung di Desa Jalancagak, Subang, Jawa Barat mendadak menjadi sorotan publik. Sebab, pada kesempatan tersebut suami Tuti yang juga merupakan ayah Amel, Yosef Hidayah tak terlihat hadir di lokasi.

Kuasa hukum Yosef, Hidayah, Rohman Hidayat memastikan, pihak keluarga dan warga setempat tak ada yang memberi tahu atau mengundang kliennya untuk hadir di acara pengajian tersebut. Bahkan, menurutnya, Yosef baru mengetahuinya setelah membaca berita di media.

Sayangnya, tak dijelaskan secara pasti, mengapa keluarga dan warga setempat seakan-akan menolak kehadiran Yosef di pengajian tersebut. Namun, yang jelas, anak tertuanya, yakni Yoris Raja Amanullah terlihat hadir di lokasi.

“Itu (pengajian) inisiatif warga sendiri, bukan dari Pak Yosef. Pak Yosef enggak dikasih tahu ada acara doa bersama, kami tahunya malah dari media,” ujar Rohman, dikutip Sabtu 11 September 2021.

Lebih jauh, Rohman memastikan, saat acara tersebut berlangsung, kliennya sedang berada di rumah adiknya, bukan istri mudanya.

“Pak Yosef lagi di rumah adiknya, bukan di rumah Bu Mimin,” terangnya.

Pengajian Tuti Amel di Subang dihadiri banyak tamu

Kepala Desa atau Kades Jalan Cagak Subang, Zaenal Alim memastikan, banyaknya tamu yang hadir menjadi bukti nyata kepedulian warga setempat terhadap Tuti dan Amel. Dia berharap, mudah-mudahan doa yang telah mereka sampaikan didengar dan dikabulkan Tuhan.

“Doa bersama ini adalah aspirasi warga Desa Jalan Cagak, kami dari pemerintahan hanya melaksanakan aspirasi warga saja,” harap Zaenal.

Bukan hanya itu, Zaenal juga berharap, kepolisian Subang diberikan kekuatan dan kesanggupan dalam menemukan pembunuh Tuti dan Amel tersebut.

“Polisi Subang dalam mengungkap (kasus pembunuhan) ini mudah-mudahan diberi kekuatan,” tegasnya.

Acara penuh haru

Saat doa dibacakan bersama-sama, seluruh tamu yang hadir tak kuasa menahan haru. Bahkan, mereka sampai sesenggukan, seakan belum mampu menerima kepergian Amel dan Tuti yang tiba-tiba.

Kakak tertua Amel, Yoris menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah menyempatkan diri datang dan mengirimkan doa kepada ibu dan adiknya. Dia tak menyangka, kesedihannya ternyata turut dirasakan banyak orang.

“Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang turut mendoakan ini sama adik saya, kesedihan saya ternyata dirasakan juga oleh mereka,” tuturnya.

Saat ini, perasaan Yoris bercampur antara sedih dan juga kesal. Bahkan, dia sampai mengatakan, seandainya pelaku ditemukan, maka dia harus dihukum mati. Baginya, nyawa harus dibayar dengan nyawa.

“Nyawa harus dibayar dengan nyawa, hukumannya harus dihukum setimpal! Kalau bisa dihukum mati!” kata dia. [hops]