Sebulan Kasus Pembunuhan di Subang Belum Terungkap, Berikut Dugaan-dugaan Polisi Terkait Pelakunya
logo

17 September 2021

Sebulan Kasus Pembunuhan di Subang Belum Terungkap, Berikut Dugaan-dugaan Polisi Terkait Pelakunya

Sebulan Kasus Pembunuhan di Subang Belum Terungkap, Berikut Dugaan-dugaan Polisi Terkait Pelakunya


GELORA.CO - Kasus pembunuhan yang menyebabkan kematian Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) telah sebulan berlalu.

Polisi hingga kini masih menyelidiki kejadian tersebut dan belum ada tanda-tanda akan terungkap.

Bahkan karena rumitnya kasus tersebut Mabes Polri pun menurunkan aparat Bareskrimnya untuk mengungkapnya.

Berbagai pemeriksaan sesuai prosedur telah dilakukan.

Mulai dari pemeriksaan saksi, keterangan saksi, barang bukti, olah TKP, tes forensik, tes psikologis, termasuk pengidentifikasian kronologis.

Demikian, sejak penemuan mayat di Subang diperiksa, polres Subang sudah mengidentifikasi beberapa dugaan dan ciri pelaku sejak awal pemeriksaan.

Bahkan penyidik Polres Subang sempat mengungkap identifikasi dugaan polisi soal jumlah pelaku.

Dihimpun dari berita Tribunjabar.id yang telah terbit, berikut beberapa dugaan polisi sejak awal pemeriksaan kasus Subang.

1. Dugaan ciri-ciri pelaku

Kedua korban, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan dalam keadaan mengenaskan.

Ibu dan Anak itu ditemukan bertumpuk di bagasi mobil Alphard di rumahnya, di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Rabu 18 Agustus 2021.

Jajaran kepolisian Polres Subang saat itu menduga sejak awal mayat ibu dan anak itu adalah korban pembunuhan.

Kapolres Subang AKPB Sumarni yang terjun langsung saat itu di TKP sempat mengungkap ciri-ciri pelaku dari dugaan polisi sementara saat itu.

Polisi menyebut pelaku diduga orang dekat atau dikenal korban.

Dugaan tersebut berasal dari olah tempat kejadian perkara (TKP) petugas di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil sementara olah TKP, tidak ditemukan tanda kerusakan di pintu masuk.

Selain itu, tidak ada satu pun barang hilang.

Petunjuk tersebut adalah temuan pertama yang terungkap sehingga membuka titik terang pengungkapan kasus di Subang itu.

"Dari hasil olah TKP serta keterangan dari saksi, diduga pelaku ini mengenal dengan korban dan sudah mengetahui situasi dari dalam rumah korban," kata AKBP Sumarni saat ditemui di Polres Subang, Kamis (19/8/2021).

2. Dugaan pelaku lebih dari satu orang

Dari temuan pertama, Kapolres Subang AKPB Sumarni juga mendapat pengembangan.

Pihak polisi memperkirakan pelaku berjumlah lebih dari satu orang.

Hal ini juga berdasarkan temuan dari petunjuk pertama.

Saat olah TKP ditemukan jejak alas kaki di TKP.

“Dari jejak alas kaki ya, di sana ada dua tapak yang berbeda, jadi diduga lebih dari satu orang,” ungkap Kapolres Subang AKPB Sumarni (20/8/2021).

3. Kasus Subang tidak sederhana

Setelah melakukan pemeriksaan awal, penyidik Polres Subang lanjut melakukan analisa pendalaman.

Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago dari pemeriksaan hasil olah TKP, melibatkan banyak pihak, terutama yang berkaitan alat bukti terkait kejadian.

"Seluruh dari hasil pemeriksaan dan olah TKP dan lain-lain. Terutama masalah digitalisasi seperti CCTV, kemudian kepemilikan handphone, termasuk sidik jari dan DNA keluarga dan bukti-bukti yang ada diidentifikasi di Mabes Polri dengan alat yang sudah modern," tambahnya.

Demikian, lamanya proses mengungkap pelaku itu tak sedikit warganet menduga kasus Subang tidak sederhana.

4. Keterangan beberapa saksi berbelit

Sejak awal pemeriksaan, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 25 saksi.

Bahkan beberapa saksi seperti Yosef, suami sekaligus ayah korban hingga kini sedikitnya sudah menjalani pemeriksaan keterangan hingga 9 kali.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyatakan ada kecurigaan terhadap pelaku pembunuhan kini mengerucut.

Menurutnya, ada saksi yang memberikan keterangan berbelit-belit.

“Memang ada juga keterangan-keterangan yang berbelit-belit, yang tidak singkron, sehingga terus kita gali lagi,” ungkap Kombes Pol Erdi, dikutip Tribunjabar.id dari KompasTV (6/9/2021).

Kendati demikian, kata Erdi bagaimana pun hal itu masih dugaan polisi.

Oleh karea itu pihaknya membutuhkan kehati-hatian dalam mengungkap kasus Subang tersebut.

5. Saksi mengerucut

Dari perkembangan kasus, kepolisian telah mendapatkan hasil laboratorium forensik.

Setelah mendapati hasil labfor tersebut polisi melakukan pengembangan analisa.

Hasil forensik tersebut meliputi sidik jari dan identifikasi DNA, evaluasi cairan tubuh hingga penentuan senyawa sepert obat-obatan atau bahan kimia berbahaya lainnya.

Dalam kasus ini, polisi juga melakukan tes DNA pada sejumlah anggota keluarga terdekat.

Seperti pada Yosef suami dari Tuti dan ayah dari Amalia, M istri muda yosef, anak-anak M hingga anak laki-laki Yosef, Yoris.

Dari hasil laboratorium forensik yang sudah diterima, Polres Subang melakukan pengembangan analisis tersebut berdasarkan keterangan para saksi tertentu.

Dari 23 saksi kata Erdi, ada beberapa saksi yang kembali dimintai keterangan berkaitan dengan hasil pengembangan.

Dari jumlah 23 saksi itu dilakukan pengerucutan saksi berkaitan kesesuaian dengan hasil laboratorium forensik.

6. Kemungkinan saksi bertambah

Publik bertanya-tanya mengapa Yosef, suami Tuti Suhartini sekaligus ayah Amalia Mustika Ratu diperiksa polisi sampai sembilan kali.

Tidak ada saksi lain dalam kasus pembunuhan di Subang itu yang diperiksa polisi sebanyak yang dilakukan pada Yosef.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago menyatakan kalau bisa saja saksi akan bertambah.

Mengenai Yosef yang sudah diperiksa berulang kali, Erdi menegaskan bahwa kuantitas pemanggilan pada Yosef bukan berarti dia akan jadi tersangka.

Erdi menyatakan kalau Yosef sering dipanggil untuk diperiksa, semata-mata hanya untuk kepentingan penyidikan.

"Bukan berarti yang bersangkutan dipanggil terus menjadi tersangka, tidak. Tetapi ada pengembangan-pengembangan informasi, misalnya ditemukan barang bukti kemudian disinkronkan, itu yang kami dalami," katanya.[tribunnews]
close
Subscribe