Satu dari Tiga Anak Menderita Long Covid, Ahli: Gejala Terlihat Setelah Beberapa Bulan Didiagnosis

Satu dari Tiga Anak Menderita Long Covid, Ahli: Gejala Terlihat Setelah Beberapa Bulan Didiagnosis

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Kasus Long-Covid atau Covid jangka panjang, sebuah kondisi di mana seseorang akan merasakan gejala berbulan-bulan setelah didiagnosis virus corona juga bisa dialami oleh pasien anak-anak.

Hal ini disampaikan Ashok Gupta, seorang pakar kesehatan dan peneliti terkemuka AS dalam sebuah wawancara bersama Al Arabia.



Dia mengatakan, satu dari tiga anak yang menderita Covid dapat mengalami gejala jangka panjang termasuk kelelahan kronis, ketidaknyamanan, dan sesak napas.

Anak-anak dari usia dua tahun juga dapat mengeluh batuk terus-menerus, demam, masalah usus, serta banyak gejala lainnya.

“Penelitian di Italia menemukan bahwa 33 persen (anak-anak) memiliki gejala empat bulan kemudian, dengan 25 persen memiliki tiga atau lebih gejala,” kata Gupta.

“Beberapa penelitian tampaknya menunjukkan bahwa itu (covid jangka panjang) lazim di antara 5-30 persen anak-anak yang didiagnosis dengan Covid-19," katanya.

Sebuah studi ONS Inggris menunjukkan 10 persen anak berusia dua-11 tahun, 13 persen anak berusia 12-16 tahun menderita Covid jangka panjang.

Gupta mengatakan, di Rusia, seperempat (25 persen) anak-anak memiliki gejala jangka panjang, dan studi Virus Watch menunjukkan lima persen anak-anak, setelah empat minggu, menderita Covid-19 yang berkepanjangan.

"Disparitas angka menyoroti perlunya lebih banyak penelitian dan studi tentang topik tersebut," kata Gupta.

Namun demikian, para ahli mengatakan itu adalah fenomena yang masih berkembang.

Gupta, seorang pembicara di Treat Long Covid Conference, mengatakan munculnya varian delta yang sangat menular telah mempengaruhi perkembangan Covid jangka panjang, dan mengatakan ini menyoroti semakin pentingnya bagi orang tua untuk menjaga kekebalan anak-anak mereka.

“Kami merekomendasikan banyak istirahat, pola tidur yang baik, dan diet anti-inflamasi yang baik," katanya.

Sementara  Azeem Abdul Salam Mohamad,spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Bareen Abu Dhabi, mengatakan bahwa Long-Covid adalah serangkaian gejala yang dapat berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan yang dapat terjadi pada siapa saja yang menderita Covid-19.

“Gejalanya dapat mempengaruhi sejumlah sistem organ dan seringkali memburuk setelah aktivitas fisik atau mental. Gejalanya bervariasi dari sakit kepala, kelelahan ekstrem, kelemahan otot, nyeri otot, nyeri sendi, dan perubahan memori,” ujarnya.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Murdoch Children's Research Institute (MCRI) dan diterbitkan dalam Pediatric Infectious Disease Journal menemukan bahwa anak-anak yang tertular virus jarang mengalami efek samping yang berlangsung selama lebih dari 12 minggu.

Dikatakan bahwa gejala yang paling umum termasuk sakit kepala, kelelahan, gangguan tidur, sakit perut dan kesulitan konsentrasi.(RMOL)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita