Relawan Kawan Sandi' Geram Disebut Pengganggu
logo

30 September 2021

Relawan Kawan Sandi' Geram Disebut Pengganggu

Relawan Kawan Sandi' Geram Disebut Pengganggu


GELORA.CO - Juru bicara Sandiaga Uno, Kawendra Lukistian, menilai kemunculan 'Relawan Kawan Sandi' sebagai pengganggu. Relawan Kawan Sandi geram disebut pengganggu oleh jubir Sandiaga Uno.

"Relawan Kawan Sandi (RKS) Pulau Lombok menyayangkan 'oknum juru bicara' Sandiaga Uno yang tidak peka terhadap aspirasi rakyat. 

status juru bicara Sandiaga Uno apakah ada Surat Keputusan (SK) pengangkatan jubir, hasil pengecekan kami ternyata yang bersangkutan "mengangkat diri sendiri sebagai jubir tanpa legalitas formal baik dari pribadi Sandiaga Uno maupun sebagai menteri. 

Diduga kuat memiliki hidding agenda untuk menjauhkan figur Sandiaga Uno dengan rakyat kecil," kata deklarator Relawan Kawan Sandi Pulau Lombok, Ahmad Roji, dalam keterangannya, Kamis (30/9/2021).

"Karena itu kami mendesak Bapak Sandiaga Uno agar menjauhi benalu oknum jubir yang tidak peka terhadap aspirasi rakyat. Karena Ini parasit demokrasi," imbuhnya.

Roji menyebut apa yang disampaikan Relawan Kawan Sandi Pulau Lombok merupakan apsirasi dari bawah yang menghendaki perbaikan hidup. Dia mendorong Sandiaga maju sebagai Capres 2024.

"Atas kesadaran itulah kami Relawan Kawan Sandi (RKS) Pulau Lombok terdiri dari lintas profesi, lintas suku, lintas agama dan lintas generasi mendorong Bapak Sandiaga Salahuddin Uno sebagai calon presiden 2024," ujarnya.

Sebelumnya, kemunculan kelompok relawan Sandiaga, yang mengatasnamakan diri mereka 'Relawan Kawan Sandi', ini dianggap sebagai pengganggu.

Bikin beliau nggak fokus kerja itu," kata juru bicara Sandiaga, Kawendra Lukistian, kepada wartawan, Rabu (29/9).
Kawendra menegaskan Sandiaga saat ini sedang berfokus membantu para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) bertahan di masa pandemi COVID-19. Kawendra meminta agar Sandiaga tidak diganggu dengan isu seputar Pilpres 2024.

"Dia (Sandiaga) lagi punya tanggung jawab besar untuk menyelamatkan 34 juta pelaku parekraf keluar dari pandemi. Jangan diganggu dengan isu 2024," ucap Lukistian.(detik)
close
Subscribe