Polisi Sebut Napoleon Bonaparte Masih Merasa Atasan Penjaga Rutan

Polisi Sebut Napoleon Bonaparte Masih Merasa Atasan Penjaga Rutan

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Sebanyak empat penjaga lapas rumah tahanan Bareskrim Polri diperiksa polisi. Pemeriksaan untuk mendalami terkait penyebab penganiayaan oleh Irjen Napoleon Bonaparte terhadap tersangka peninstaan agama Muhammad Kece bisa terjadi.

"Ini yang kita dalami juga, makanya 4 penjaga tahanan akan kita periksa. Nanti di sana kita akan mengetahui seperti apa kejadiannya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, kepada wartawan Senin (20/9).

Pemeriksaan juga untuk mendalami dugaan adanya pengaruh Irjen Napoleon yang masih merasa seperti seorang atasan penjaga lapas. Sebelumnya, Napoleon Bonaperte merupakan Mantan Kadiv Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) berpangkat Irjen.

"Di sisi lain yang bersangkutan juga masih merasa sebagai atasan ini, dengan seorang bawahan yang sedang menjaga tahanan. Nanti kita pertanyakan ke sana," kata Argo.

Selain itu, Argo mengatakan penyidik juga akan menggali kronologi dugaan pelumuran kotoran kepada Muhammad Kece. "Itu yang perlu nanti kita tanyakan kepada saksi dan terlapor. Seperti sih apa kronologi nya seperti apa kita tunggu saja nanti ketika kita dapatkan semua keterangan nanti kita sampaikan," tuturnya.

Irjen Napoleon akan diperiksa pada Selasa (21/9) besok. Sementara Muhammad Kece sendiri telah menjalani pemeriksaan. Saat ini, pelapor telah ditempatkan kembali di salah satu sel tahanan Rutan Bareskrim.

Sebelumnya, Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Andi Rian Djajadi mengungkap jika terpidana peninstaan agama Muhammad Kece, tidak mengetahui kalau yang diduga menganiayanya adalah seorang Perwira polisi berbintang dua sekaligus mantan Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter), Irjen Pol Napoleon Bonaparte.

"Ya dia tidak tahu kalau bapak itu (Napoleon Bonaparte) berpangkat. Dia engga kenal kan," kata Andi saat dihubungi merdeka.com, Senin (20/9).

Pasalnya, Andi mengatakan bahwa Muhammad Kece sendiri merupakan tahanan yang baru ditahan di Rutan Bareskrim. Sehingga dirinya belum sempat mengenal tahanan-tahanan lainnya.

"Dia kan orang baru disitu baru masuk. Dia engga kenal siapa-siapa disitu (sel tahanan)," ujarnya.

Terlebih ketika di Rutan Bareskrim, Andi mengatakan Muhammad Kece serta Napoleon ditempati di sel yang terpisah. Namun terkait bisa terjadi penganiayaan itu, Andi mengatakan pihaknya masih dalam proses penyelidikan.

"Kalau, sel nya masing-masing. Itu (penganiayaan) soal pengawasan bukan tugas saya," ujarnya. [merdeka]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita