Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Hanya Akal Bulus untuk Jegal Laju Puan Maharani

Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Hanya Akal Bulus untuk Jegal Laju Puan Maharani

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Wacana perpanjangan masa jabatan presiden, baik itu masa amanah dimundurkan hingga 2027 maupun presiden menjabat 3 periode, merupakan hambatan yang menjegal karir politik Ketua PDI Perjuangan Puan Maharani.

Sebab, jika wacana tersebut sampai lolos, maka itu berarti Puan Maharani yang kini tengah dipersiapkan banteng moncong putih gagal untuk maju di Pilpres 2024. Sebab, PDIP mau tidak mau masih harus mendukung Presiden Joko Widodo.

“Ya, itu salah satu cara untuk menjegal Puan Maharani untuk dapat mengikuti kontestasi Pilpres 2024 mendatang," ujar pakar politik dan hukum dari Universitas Nasional (Unas), Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa pagi (7/9).

Menurutnya, wacana jabatan Jokowi berakhir 2027 merupakan bagian dari upaya buying time pihak-pihak yang tidak menginginkan Puan Maharani. Artinya, kelompok ini masih membutuhkan waktu konsolidasi untuk mencapai kata sepakat mengenai tokoh yang akan diusung di pilpres.

Saiful mengingatkan bahwa 3 tahun dari 2024 ke 2027 merupakan waktu yang sangat lama dan bisa mengubah peta politik bangsa.

"Bisa jadi pemanfaatan perpanjangan jabatan Presiden bagian cara halus atau bahkan akal bulus untuk meredam kekuatan Puan untuk dimajukan pada kesempatan 2024 mendatang,” tutupnya. [rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita