Kondisi Pandemi RI Turun ke Peringkat 13 Dunia, tapi Kerumunan di Holywings Buat Prof. Beri Mengerutkan Dahi

Kondisi Pandemi RI Turun ke Peringkat 13 Dunia, tapi Kerumunan di Holywings Buat Prof. Beri Mengerutkan Dahi

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Kasus Covid-19 di dunia masih naik hingga Senin (6/9) sebanyak 263.350 orang terinfeksi dari total 223 negara yang terpapar.

Namun, beberapa di antaranya sudah menunjukkan perbaikan kondisi pandemi, baik dari sisi penurunan kasus positif dan angka kematian Covid-19, yang tak terkecuali di dalamnya terjadi di Indonesia.


Seperti dilansir laman Worldometers, hingga malam ini Indonesia memiliki total kasus positif Covid-19 sebanyak 4.133.433, yang sudah diakumulasi dengan tambahan kasus baru sebanyak 4.413 orang.

Namun jika melihat kasus sembuhnya kini sudah 3.850.689 orang, setelah ditambah pasien yang dinyatakan sembuh pada hari ini sebanyak 13.049 orang. Sedangkan untuk angka kematian, totalnya sudah mencapai 136.473 orang, dan sudah terakumulasi dengan tambahan hari ini yang sebanyak 612 orang.

Dari data tersebut, Indonesia kini berada di peringkat ke-13 jika melihat total kasus positif yang tercatat sejak awal Maret 2020 hingga hari ini. Dan posisi ini jauh lebih baik ketimbang negara-negara lainnya seperti Itali, Iran, Turkey, Perancis, Inggris, Rusia, Brazil, India dan bahkan Amerika Serikat yang berada di posisi pertama.

Berkaitan dengan kabar baik ini, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban, juga menginformasikan penurunan tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate).

"Sejujurnya saya sedang senang ketika tahu BOR rumah sakit rujukan Covid-19 turun jadi 20 persen, dan Indonesia turun ke nomor 13 di Worldometers," ujar Zubairi Djoerban melalui akun Twitternya, Senin malam (6/9).

Akan tetapi, fenomena yang terjadi pada akhir pekan lalu, tepatnya pada Minggu dini hari (5/9), di sebuah kafe dibilangan Kemang, Jakarta Selatan, membuat Zubairi Djoerban kecewa.

Pasalnya, sosok yang kerap disapa Prof. Beri ini juga mengetahui kejadian tersebut lewat sebuah video viral di media sosial, yang di dalamnya memperlihatkan kerumunan anak-anak muda tengah berasik ria "nongkrong" hingga tengah malam, dan akhirnya dibubarkan paksa oleh pihak Kepolisian.

"Saya langsung mengerutkan dahi saat melihat video kerumunan seperti "konser" pra-Covid-19 di Holywings (kafe di Kemang). Pemandangan yang memilukan," demikian Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menyudahi.(RMOL)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita