Ketua KPI Diserang Warganet Gegara Pelecehan: Bukannya Empati, Malah Sibuk di Sosmed

Ketua KPI Diserang Warganet Gegara Pelecehan: Bukannya Empati, Malah Sibuk di Sosmed

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio menjadi bulan bulanan warganet di media sosial lantaran sikapnya yang dianggap tidak elegan di tengah ramai kasus pelecehan di kantornya.

Seperti diketahui, salah satu pegawai KPI berinisial MS membeberkan peristiwa  perundungan dan pelecehan seksual terhadap dirinya.

MS membeberkan di media sosial secara rinci kronologi kejadian yang menimpanya selama beberapa tahun ini.

Diketahui, korban berinisial MS mendapat pelecehan seksual dan perundungan oleh sesama karyawan di pusat sebanyak tujuh orang.

Dalam keterangan di Instagram @niluhdjelantik, MS mengaku mendapat perlakuan keji itu dari tahun 2012 hingga 2019.

Sayangnya, Ketua KPI Pusat, Agung Suprio tidak menunjukkan komunikasi publik yang baik ketika berbicara terkait kasus tersebut.

Hal itu misalnya diungkapkan Najwa Shihab, yang membeberkan bahwa Agung Suprio justru tiba tiba meninggalkan studio Mata Najwa padahal akan segera diwawancarai.

“Ketua KPI tadi malam sudah hadir di studio Mata Najwa, bahkan sudah siap naik panggung tapi tiba tiba menolak berdialog ketika pengacara MS, korban di KPI sedang berbicara dan langsung keluar meninggalkan studio,” tulis Najwa Shihab, Host Mata Najwa si medis sosialnya.

Selain itu, cara Agung Suprio menyampaikan komunikasi di media sosial Twitter juga terkesan tidak menyenangkan.

“Di KPI apa ga ada bagian PR? Ngehandle krisis kok kaya gini,” tulis akun @sudhagama sambil membagikan capture cuitan Agung Suprio.

“Gue rasa gak ada ya. Karena kalau ada PR, gak mungkin cara komunikasi ketua @KPI_Pusat begini, cringe banget. Perlu emang pejabat terlihat merakyat di medsos sekalian buat serap aspirasi, tapi gak harus sampe segininya juga sih,” timpal Mazzoni.

Minta Damai dengan Korban, Dan Terduga Pelaku Laporkan Balik

Hal lain yang membuat Agung dibully adalah sikap pimpinan KPI pusat yang tidak menggubris laporan MS sejak 2019.

Bukannya membereskan masalah itu, pimpinan KPI malah meminta MS untuk berdamai saja, bahkan terduga pelaku ingin melaporkan balik korban ke kepolisian.

 MS malah dilaporkan balik oleh terduga pelaku atas pelanggaran UU ITE.

Tak hanya itu, kuasa hukum MS mengatakan bahwa MS diminta untuk mencabut laporan polisi dan meminta maaf.

“Salah satu ada mencabut laporan polisi. Kedua adalah meminta maaf dan menyampaikan bahwa perundungan dan pelecehan seksual,” kata Rony dalam keterangannya.

Hal ini kemudian memantik amarah warganet hingga Instagram Ketua KPI Agung Suprio @agung_suprio dipenuhi komentar hujatan dari para netizen.

“Pak masa korban disuruh minta maaf buset dah ini lembaga penyalur badut ulang tahun apa lembaga apa sih?” tulis salah satu warganet.

“Saya dengar para pelaku akan melaporkan balik korban? Hah lucu sekali, yang menyakiti merasa tersakiti. Playing victim,” tulis netizen lainnya.

Komentar itu kemudian dibalas Agung dengan satu kalimat saja “Melodrama”.

Beberapa kali Agung memang sering terlihat membalas komentar-komentar warganet dengan santai sehingga membuat warganet semakin gerah.

"Ketuanya bukannya empati ke korban malah so asik di sosmed," tulis salah satu warganet. [terkini]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita