Bukan PKI, Ulil Bilang Konservatisme Agama Menyusup di TNI: Musik Haram, Patung Haram
logo

29 September 2021

Bukan PKI, Ulil Bilang Konservatisme Agama Menyusup di TNI: Musik Haram, Patung Haram

Bukan PKI, Ulil Bilang Konservatisme Agama Menyusup di TNI: Musik Haram, Patung Haram


GELORA.CO - Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU), Ulil Abshar Abdallah mengaku sedih dan menyayangkan ada kelompok masyarakat Islam yang mengharamkan kegiatan-kegiatan tertentu, seperti musik dan membuat patung.

“Sedih sekali jika akhir-akhirnya ini ada orang-orang yang berpendapat, musik haram, patung haram, dan sebagainya. Ya boleh saja seseorang meyakini seperti itu. Itu bagian dari hak dia. Tetapi saya tetap menyayangkan. Di pesantren tradisional NU, hal-hal begini sudah selesai. Eh muncul di Islam kota. Sedih!” kata Ulil dikutip akun Twitter-nya, Rabu (29/9/2021).

Ulil menilai, saat ini konservatif agama mulai menyusup ke TNI dan Polri. Hingga dua institusi ini berlahan balik mulai haram-haramkan sesuatu.

“Dan anehnya, konservatisme keagamaan ini kok seperti pelan-pelan menyusup ke kalangan TNI dan polisi. Ini kan kalangan abangan sebetulnya, terus berbalik jadi “santri”. Begitu mendadak jadi relijius, terus agak kebablasan, mengharamkan ini, mengharamkan itu. Amat disayangkan,” kata Gus Ulil.

Lebih lanjut, dia menilai ada gelombang peradaban yang menarik di Indonesia. Misalnya, kalangan santri NU tradisional yang berasal dari kampung bergerak ke arah yang lebih progresif dalam pandangan keagamaannya.

Sementara yang Muslim kota bergerak ke arah sebaliknya: makin konservatif.

“Ini gejala yang menarik,” kata Ulil.

Adapun hukum membuat patung dalam pandangan Islam, kembali diperbincangkan, setelah Letjen TNI (purn) Azmyn Yusri Nasution mengambil patung tokoh nasional di Museum Pangkostrad. Patung yang diprakarsainya itu, kembali ditarik dengan alasan takut dosa membuat patung makhluk bernyawa. [fin]
close
Subscribe