Viral! Rombongan TNI Pukuli Warga Bulelang Bali, Diduga Gegara Swab, Warganet Geram
logo

23 Agustus 2021

Viral! Rombongan TNI Pukuli Warga Bulelang Bali, Diduga Gegara Swab, Warganet Geram

Viral! Rombongan TNI Pukuli Warga Bulelang Bali, Diduga Gegara Swab, Warganet Geram


GELORA.CO - Viral di media sosial yang menayangkan aksi anarkis rombongan oknum TNI memukuli warga desa Sidatapa, Buleleng Bali.

Kejadian itu diunggah oleh sejumlah akun Instagram, salah satunya @ahmadsahroni88, pada Senin (23/8/2021).

Sebagaimana yang terlihat dalam video singkat, sejumlah oknum TNI tampak murka kepada sejumlah warga.

Mereka melakukan aksi pemukulan kepada warga yang diduga menolak untuk dilakukan tes swab.

Padahal petugas sudah memberitahu bahwa akan ada tes swab. Namun pemberitahuan tersebut sepertinya ditolak oleh sejumlah warga.

Sontak saja aksi sejumlah warga itu menyulut amarah oknum TNI untuk bertindak anarkis, bahkan sejumlah pukulan juga ikut melayang.

Terlihat juga nakes berpakaian APD lengkap hanya bisa terdiam tak berkutik saat rombongan TNI menghujam bogem mentah kepada warga.

Terkait hal itu, warganet pun bereaksi dan meminta agar pihak TNI segera berikan klarifikasinya secara jelas agar publik bisa mengetahui permasalahannya.

Sebagian warganet pun berujar, jika ini tidak diklarifikasi dengan cepat, tentu saja citra TNI jadi taruhannya.

"Apapun masalahnya, gak ada pantes2nya perilaku TNI seperti ini, tolong copot jabatannya anak buah2 TNI yg seperti ini. Kalo di penjara sih ya gak mungkinlah bisa," @zackraj.

"Kalau orang yg pada korupsi digituin sih pantes," @rudy_djayanto.

"caption nya jgn provokatif jg lah bang, crooscheck dlu sblm tag2an...TNI itu darahnya nyatu sma rakyat..," @aldyra_uno88.

"Lama lama norak bgt aparat sekarang! Uda rame2 ama 1 orang aja begitu menangani nya. Test psikologi tolong di buat lebih berat lagi saat penerimaan, supaya gak salah rekrut org!," @royfernando93.

“Ini mungkin awal nya sok Jago, lawan aparat, giliran di gebrak, playing victim, tapi ini cmn tebakan loh ya, hanya berdasarkan pengalaman pribadi saja,” @uncle_vics.

"Hrs diklarifikasi penyebabnya apa, agar tdk membuat masyarakat beropini berlebihan. Jika seandainya ada oknum warga yg salah, tp tdk sepantasnya pakai kekerasan gitu  krndalikan emosi pak petugas dan warga, keadaan sdh susah, biar ga lbh susah lg," @gusedisaputra. (poskota)