Tak Ada Titik Temu Bikin Mediasi David NOAH di Kasus Penggelapan Buntu
logo

31 Agustus 2021

Tak Ada Titik Temu Bikin Mediasi David NOAH di Kasus Penggelapan Buntu

Tak Ada Titik Temu Bikin Mediasi David NOAH di Kasus Penggelapan Buntu


GELORA.CO -  Kasus dugaan penipuan dan penggelapan Rp 1,1 miliar yang dituduhkan kepada David Kurnia Albert Dorfel atau David NOAH, masih terus bergulir. 

Di tengah penyidikan dugaan penggelapan dan penipuan itu, polisi mempertemukan pihak David NOAH dengan terlapor, Lina Yunita.
Pada Senin (30/8) kemarin, kedua pihak diundang untuk mediasi. Namun David NOAH tidak datang dalam proses mediasi ini dan hanya diwakilkan oleh kuasa hukumnya.

Mediasi tersebut berlangsung selama satu jam. Hanya saja, kedua pihak tidak menemukan titik temu dalam proses mediasi itu.


"Kita sudah berbicara mengenai penyelesaian. Cuman masih belum ketemu angka yang disepakati," kata Devi Waluyo selaku kuasa hukum Lina Yunita di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/8/2021).


Angka Tak Sesuai
Devi tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang menjadi kendala dalam proses mediasi itu. Namun, ia menyebut mediasi itu berakhir buntu karena tidak ada kecocokan mengenai 'angka' atau nominal terkait uang ganti rugi yang diajukan pihak David NOAH.

"Pokoknya ada angka yang belum ketemu, belum match, dari pihak kami juga ada pertimbangan, dari pihak sana juga, offering-nya juga belum ketemu. Nanti saja kalau nilainya nggak bisa omong kan sekarang karena itu wewenang dari dalam juga ya," tutur Devi.

Sementara Lina Yunita juga menolak ganti rugi uang itu dibayar secara bertahap.

"Nggak mau (pembayaran dicicil)," singkat Lina.

Buka Peluang Damai
Lina Yunita dan David NOAH dijadwalkan untuk bertemu melakukan mediasi kembali pada Jumat (3/9). Kuasa hukum Lina Yunita, Devi Walyuo memberi isyarat peluang damai dengan David NOAH.

"Ada kemungkinan untuk damai. Restorative justice itu kan untuk perdamaian," jelas Devi.


Mediasi Tanpa David NOAH
Mediasi tersebut digelar tanpa kehadiran David NOAH sebagai terlapor. David NOAH berhalangan hadir karena sakit.

"Jadi hari ini saudara D yang datang hanya lawyer karena yang bersangkutan memperlihatkan surat sakit," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/8).

Keduanya dipertemukan untuk juga dikonfrontasi. Polisi perlu mengetahui keterangan kedua pihak, terutama terkait nominal uang yang dipermasalahkan.

"Kita pertemukan dulu ini untuk mengetahui objek perkaranya. Karena dari keterangan D dan kawan-kawan sudah ada (uang) yang dikembalikan. Yang satu bilang Rp 1,1 M lebih dan satu lagi bilang sudah bayar. Makanya kita pertemukan untuk bisa tahu objek perkaranya berapa," terang Yusri.

Sebelumnya, David NOAH dan 2 orang lainnya, YS dan EAS dilaporkan Lina Yunita ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp 1,1 miliar. Kasus ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.(detik)