Sering Bagi-bagi Mie Instan, Murtadin Kosman Pernah Diburu hingga Kakinya Patah

Sering Bagi-bagi Mie Instan, Murtadin Kosman Pernah Diburu hingga Kakinya Patah

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran H Otong Aminudin membeberkan salah satu ciri Muhammad Kece. Konon, cara jalan pria bernama asli Kosman bin Suned itu tak sempurna.

Otong mengungkapkan bahwa Kosman pernah mengalami patah kaki saat berupaya melarikan diri. Peristiwanya terjadi pada dekade 1990-an.

Menurut Otong, warga asli Dusun Burujul, Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, itu dikenal sering membuat masalah.

”Saya sendiri sering bergesekan dengan orang itu (Kece, red), karena dia sering bikin kontroversi di sini," ujarnya kepada Radar Pangandaran belum lama ini.

Otong menjelaskan masyarakat resah oleh tindakan Kece memurtadkan warga Cimerak. ”Dia itu orang murtad, sering disuruh untuk membagikan mi instan,” bebernya.

Sebagai ulama dan pemuka masyarakat, Otong tak tinggal diam dengan tindakan Kece. ”Pernah yang dia murtadkan itu saya kembalikan lagi ke Islam," tuturnya.

Kece juga dikenal pintar berkelit. Anak perangkat desa di Limusgede itu sering mengaku sebagai ustaz berilmu tinggi.

”Dia pintar bersilat lidah, aslinya dia selalu melecehkan kaidah-kaidah agama,” papar Haji Otong.

Tentu saja warga Cimerak murka. Masyarakat setempat pun mengambil tindakan tegas dengan mengusir pria yang kini kondang sebagai YouTuber itu.

”Kami usir dia sekitar 1997, waktu itu dia langsung pindah-pindah tempat," ucap Haji Otong.

Pengusiran itu membuat Kece meninggalkan kampung halamannya. “Pindah ke Banjar, kemudian ke Bekasi,” ungkap Haji Otong.

Pernah juga Haji Otong memburu Kece. Begitu tahu dikejar, Kece kabur dari Cimerak ke Kecamatan Kalipucang, Pangandaran.

Saat berupaya kabur itulah Kece celaka hingga kakinya patah. ”Makanya dia sekarang jalannya seperti itu," tuturnya. [jpnn]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita