Sebelas Jenazah Tentara Amerika yang Tewas dalam Serangan di Bandara Kabul Tiba di AS, Biden Larut dalam Duka
logo

30 Agustus 2021

Sebelas Jenazah Tentara Amerika yang Tewas dalam Serangan di Bandara Kabul Tiba di AS, Biden Larut dalam Duka

Sebelas Jenazah Tentara Amerika yang Tewas dalam Serangan di Bandara Kabul Tiba di AS, Biden Larut dalam Duka


GELORA.CO - Langit berwarna kelabu berat menaungi Pangkalan Angkatan Udara Dover di Dover, Delaware saat Joe Biden bersama istrinya, Jill, menyambut kedatangan 11 jenazah anggota militer Amerika yang tewas dalam serangan bom bunuh diri di Afghanistan, Minggu (29/8).

Menteri Pertahanan Lloyd Austin, Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan perwira serta pejabat militer lainnya ikut hadir dalam acara duka tersebut. Semua nampak menggunakan masker berwarna hitam. Sementara anggota keluarga terlihat berdiri di kejauhan, terlindung dari sorotan kamera.

Tangisan terdengar dan seorang wanita pingsan saat jenazahnya dimuat ke dalam van untuk diangkut ke fasilitas di mana mereka akan menjalani identifikasi dan otopsi.

Pangkalan Dover, di Pantai Timur AS yang berjarak sekitar dua jam dari Washington, identik dengan kembalinya anggota militer yang tewas dalam pertempuran. Dan, bertemu dengan jenazah anggota militer yang gugur di Dover dianggap sebagai salah satu tugas paling serius dari seorang presiden AS.

Biden, dalam pidatonya tentang Badai Ida Minggu malam di Washington, DC menyebut para prajurit, yang beberapa di antaranya baru berusia 20 tahun itu sebagai pahlawan.

“Mari kita simpan mereka dalam doa kita,” katanya, menolak untuk menjawab pertanyaan lebih lanjut tentang Afghanistan.

Biden yang begitu emosional saat berpidato tentang gugurnya tentara AS tentu sangat bisa dipahami, karena bukan tidak mungkin itu mengusik kembali kehilangan menyakitkan saat mendiang putranya Beau Biden tewas ketika bertugas di Irak.

Ke-11 anggota militer itu termasuk di antara 13 tentara AS yang tewas dalam serangan bunuh diri ISIS pada Kamis di luar bandara Kabul, di mana Amerika Serikat telah melancarkan pengangkutan udara besar-besaran terhadap warga Amerika dan Afghanistan selama dua minggu terakhir. Puluhan warga Afghanistan juga tewas dalam serangan itu

Sejak itu AS telah meluncurkan setidaknya dua serangan pesawat tak berawak pada target Negara Islam, termasuk satu serangan pada Minggu terhadap kendaraan yang dikatakan mengancam bandara Kabul.(RMOL)