Pesan Ganjar ke Bupati Banjarnegara yang Sebut Luhut 'Menteri Penjahit'
logo

26 Agustus 2021

Pesan Ganjar ke Bupati Banjarnegara yang Sebut Luhut 'Menteri Penjahit'

Pesan Ganjar ke Bupati Banjarnegara yang Sebut Luhut 'Menteri Penjahit'


GELORA.CO - Video Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang viral ketika salah menyebut nama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjadi 'penjahit' berakhir dengan permintaan maaf. 

Berkaca dari kasus Budhi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun meminta kepala daerah lainnya atau siapa saja untuk menjaga tutur kata.

"Akan lebih baik lagi kalau menjaga perkataan/ucapan," kata Ganjar kepada wartawan lewat pesan singkat, Rabu (25/8/2021).

Ganjar mengapresiasi Budhi yang sudah menyampaikan permintaan maaf karena menyebut Luhut sebagai 'Menteri Penjahit'. Dia pun berharap agar semua pihak bisa saling menghormati.


"Yang bersangkutan sudah meminta maaf. Semua akan baik kalau saling menghormati," tuturnya.


Peristiwa salah sebut nama itu terjadi saat Budhi menyampaikan pernyataan terkait penanganan virus Corona atau COVID-19. Video berdurasi 1 menit 17 detik itu diunggah oleh mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di akun Twitter miliknya pada Senin (23/8) pukul 06.08 WIB.

"Alhamdullah Banjarnegara dulu BOR 99 persen, turunlah PPKM Darurat. Saya baca aturannya sesuai saran Pak Presiden yang langsung ditindaklanjuti oleh Menteri Dalam Negeri. Dan dilaksanakan pada waktu itu rapat sama menteri siapa itu penjahit, yang orang Batak itu, ya pak penjahit. 

Dilaksanakan PPKM darurat sampai sekarang PPKM level 4, level 3 ternyata dengan adanya pembagian jaring pengaman sosial ini sangat efektif dan efisien," ujar Budhi dalam potongan video tersebut.

Tak hanya sekali, Budhi juga beberapa kali menyebut Luhut sebagai 'Menteri Penjahit' dalam paparannya itu. Hal itu disampaikan Budhi saat menjelaskan kondisi BOR turun setelah adanya instruksi PPKM darurat.

"Pada waktu diterbitkannya PPKM Darurat, Banjarnegara itu 99 persen (keterisian tempat tidur pasien COVID-19). Zona merah hamper campur hitam. Namun setelah ada instruksi dari Menteri Dalam Negeri, sesuai saran Pak Presiden, dan semua dijabarkan oleh pak Menteri penjahit itu, Luhut penjahit saya laksanakan instruksinya," lanjut Budhi dalam video.


Video pernyataan Budhi itu pun viral. Tak lama, Budhi pun menyampaikan permintaan maaf karena menyebut Luhut sebagai menteri penjahit, dia mengaku tidak hafal dengan nama panjang Menko Marinves itu.

"Mohon maaf kemarin saya menyebutkan Pak Pandjaitan, karena saya kurang hafal namanya panjang sekali. Ini sekarang saya baca, yang jelas bapak Menko Marinves, Bapak Luhut Binsar Pandjaitan, Itu yang menginstruksikan kepada gubernur, bupati, dan wali kota," kata dia.(detik)