Marak Baliho Puan dan Lambang PDIP di Jatim Jadi Korban Vandalisme
logo

25 Agustus 2021

Marak Baliho Puan dan Lambang PDIP di Jatim Jadi Korban Vandalisme

Marak Baliho Puan dan Lambang PDIP di Jatim Jadi Korban Vandalisme


GELORA.CO - Beberapa pekan terakhir di Jawa Timur ramai baliho bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi sasaran vandalisme. 

Apalagi pemasangan baliho Puan Maharani marak di mana-mana. Namun baliho-baliho itu jadi sasaran vandalisme.

Dari rangkuman detikcom, peristiwa vandalisme baliho bergambar Puan Maharani bermula dari Kabupaten Blitar, 23 Juli 2021. Dalam baliho itu, Puan Maharani mengucapkan 'Selamat melaksanakan Rapat Kerja Daerah PDIP Jawa Timur. Di Bumi Bung Karno 21 Juni 2021'. Tepat di bawah tulisan itu, ada semprotan cat hitam berhuruf kapital 'OPEN BO'.

Di samping tulisan itu tampak foto Puan Maharani berukuran besar memakai kebaya merah dengan jabatannya sebagai Ketua DPR RI. Dari informasi yang dihimpun warga sekitar, tulisan 'Open BO' itu terlihat sejak Kamis (22/7) malam.


Namun saat detikcom mendatangi lokasi, penampakan baliho sudah berubah. Rupanya petugas yang menjaga kantor itu segera menurunkan dan menggantinya dengan baliho yang berbeda tulisan dan gambar. Baliho yang terpasang sekarang bertuliskan 'Selamat HUT RI ke 76. Dan foto di sampingnya terpampang gambar Puan Maharani, Megawati, dan Ir Soekarno.

Aksi vandalisme itu dilaporkan kader PDIP mewakili Arteria Dahlan ke Mapolres Blitar. Penanggung jawab Posko Arteria Dahlan Center (ADC) Blitar Ari Hadianto membenarkan hal itu ketika dikonfirmasi. Namun jawabannya sangat singkat.

"Iya benar. Saya sedang di jalan," kata Ari saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/7/2021).

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela juga membenarkan ada utusan Arteria Dahlan ke Mapolres Blitar untuk mengadukan aksi vandalisme itu.

"Orangnya Pak Arteria membuat pengaduan soal itu. Mungkin karena produk internal kan bisa dibuat laporan untuk tindak lanjutnya," ujar Leo.

Menurut Leo, pengaduan sama dengan laporan dan yang bisa menerbitkan laporan adalah polisi. Leo juga mengatakan pihaknya juga telah meminta keterangan beberapa saksi terkait kronologi tulisan 'OPEN BO' itu.

"Poster itu kan Ketua DPR RI ya. Jadi memaknainya sebagai pejabat tinggi negara. Kami masih sebatas itu. Langkah selanjutnya perlu pendalaman lagi," pungkas Leo.

Peristiwa vandalisme baliho bergambar Puan Maharani juga terjadi di Kota Batu, Selasa (24/8/2021). Kali ini terjadi di Jalan Sultan Agung, Kota Batu. Seperti di Blitar, baliho Puan juga ditulis 'Open BO'.

Selain vandalisme, beberapa bagian baliho berbentuk vertikal ukuran 4x6 meter turut dirusak. Satpol PP Pemkot Batu kemudian menurunkan baliho tersebut, Selasa (24/8/2021).

Baliho Puan menjadi sasaran vandalisme itu, seperti pada umumnya yang terpasang di beberapa titik di Malang Raya. Yakni bergambar wajah Puan Maharani dengan background warna merah serta kuning di bagian tengah.


Dan logo PDIP di bagian kiri atas. Ada kalimat di atas wajah Puan yaitu 'Kepak Sayap Kebhinekaan'. Baru kemudian ada nama Puan Maharani di bagian bawah. Sementara vandalisme bertulis 'Open BO' tepat berada di atas nama Puan Maharani.

Ketua DPC PDIP, Punjul Santoso saat meninjau lokasi baliho mengaku, sangat menyayangkan adanya vandalisme. Punjul juga prihatin, karena keberadaan baliho tidak mengganggu. Apalagi, baliho yang terpasang memajang tokoh nasional, sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Ini merupakan hal tidak terpuji, kami selaku DPC dan kuasa hukum langsung melapor ke Satpol PP agar baliho Puan Maharani diambil dan diturunkan," ujar Punjul kepada wartawan di lokasi.

Dokumentasi video juga dilakukan selama proses penurunan baliho jadi sasaran vandalisme. Tujuannya, sebagai bahan dalam laporan ke polisi.

"Setelah kami video dan foto berikutnya kami langsung melaporkan ke Polres Batu hari ini juga," tegas Wakil Wali Kota Batu ini.

DPC PDIP Kota Batu juga tengah mengumpulkan bukti lain, untuk mengungkap pelaku vandalisme tersebut. Yakni dengan mencari rekaman CCTV yang berada di lokasi keberadaan baliho.

"Kita masih kumpulkan bukti-bukti agar pelaku bisa diamankan. Agar bisa menjadi pembelajaran di masyarakat. Karena terkait pemasangan baliho ini kita juga sudah izin," katanya.

Menurut Punjul, ada beberapa titik baliho Puan Maharani yang terpasang di wilayah Kota Batu. Namun, hanya di Jalan Sultan Agung yang menjadi sasaran vandalisme. Pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan vandalisme terjadi. Ada dugaan, praktek itu dilakukan sehari sebelum (kemarin) diketahui adanya vandalisme.

"Dugaan kami, kemarin Senin (23/8) malam. Karena sebelumnya belum ditemukan vandalisme di baliho," pungkasnya.(detik)