KKP Sebut Indonesia Punya Kekayaan Laut Rp19 Ribu Triliun
logo

29 Agustus 2021

KKP Sebut Indonesia Punya Kekayaan Laut Rp19 Ribu Triliun

KKP Sebut Indonesia Punya Kekayaan Laut Rp19 Ribu Triliun


GELORA.CO - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut Indonesia memiliki nilai kekayaan laut yang mencapai US$ 1.338 miliar atau sekitar Rp19.267 triliun, dengan rincian yakni perikanan tangkap, budidaya hingga industri bioteknologi.

"Kira-kira kekayaan laut kita sekitar US$ 1.338 miliar per tahun, ini dari semua sisi dari perikanan tangkap, perikanan budidaya dan industri pengolahan dan seterusnya. Ini peluang, kita baru sentuh perikanan tangkap saja, kita belum sentuh bioteknologi," kata Sjarief Widjaja selaku Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia  (BRSDM) KKP, dikutip Minggu (29/8).

Sjarief juga menyebut jika potensi laut juga dijadikan prioritas oleh Presiden Jokowi.

"Waktu pertama beliau deklarasikan terpilih menjadi presiden periode pertama beliau sampaikan kita sudah terlalu lama memunggungi laut, dan saatnya kita menoleh ke laut kita ini," katanya lagi.

Sjarief menuturkan, Indonesia memiliki total luas area sekitar 8 juta km persegi. Namun, baru 2,1 juta km persegi saja yang baru dimanfaatkan. Sisanya masih belum memberikan kontribusi pada perekonomian. Indonesia adalah pengekspor terbesar rumput laut. Namun karena bahan yang diekspor masih mentah, membuatnya belum bisa memiliki nilai tambah yang besar. 

"Ini persoalan utama kita, padahal resources-nya luar biasa. Ini yang kita buka ayo kita sekarang gerak bersama resources kelautan menunggu anda semua. Kita eksportir terbesar tapi kita belum sentuh hilirisasi Ini peluang,” pungkasnya.

Diketahui, potensi kekayaan di sektor kelautan tersebut terbagi di 11 sektor, diantaranya ada coastal forestry US$ 8 miliar, pariwisata bahari US$ 60 miliar, industri dan jasa maritim US$ 200 miliar, sumber daya wilayah pulau-pulau kecil US$ 120 miliar, dan sumber daya mineral termasuk garam dan BMKT US$ 210 miliar. 

Lalu ada transportasi laut US$ 30 miliar, perikanan tangkap yang potensinya US$ 20 miliar, perikanan budidaya US$ 210 miliar, industri pengolahan US$ 100 miliar, industri bioteknologi US$ 180 miliar, energi dan sumber daya non konvensional US$ 200 miliar.[indozone]