Jejak TGB: Manuver Dukung Jokowi saat Pilpres, Kini Jadi Komisaris
logo

25 Agustus 2021

Jejak TGB: Manuver Dukung Jokowi saat Pilpres, Kini Jadi Komisaris

Jejak TGB: Manuver Dukung Jokowi saat Pilpres, Kini Jadi Komisaris


GELORA.CO -  Eks Gubernur NTB M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) ditunjuk sebagai Komisaris Bank Syariah Indonesia.

 Penunjukan itu disindir Partai Demokrat (PD) dengan mengungkit manuver politik TGB yang berbelot menjadi pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua.

Bagaimana jejak manuver TGB saat mendukung Jokowi di Pilpres 2019?

Dirangkum detikcom, Rabu (25/8/2021), sebelum menyeberang ke kubu Jokowi, TGB merupakan politikus PD sebagai anggota Majelis Tinggi PD. Saat itu, Demokrat sendiri belum bersikap untuk Pilpres 2019.


"Jadi keputusan apa pun itu harus mempertimbangkan kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat. Keseluruhan dari 3 hal ini menurut saya, pantas dan fair kalau kita beri kesempatan kepada Bapak Presiden Jokowi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang selama 4 tahun ini beliau mulai," kata TGB saat itu, Rabu (4/7/2018).

TGB menyoroti percepatan pembangunan di NTB, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Dia khawatir pembangunan itu jadi mandek ketika ada pergantian kepemimpinan.

Atas dasar itu, TGB menilai pemerintahan Jokowi perlu dilanjutkan hingga periode kedua di Pemilu 2019. Berdasarkan pengalamannya di NTB, gubernur yang sedang menjalani periode kedua kepemimpinannya ini juga menilai 2 periode dibutuhkan.

"Dua periode secara common sense dan empirik yang saya alami, waktu yang lumayan fair bagi seorang pemimpin," ucap TGB.

"Beliau layak dan pantas diberi kesempatan 2 periode," tegasnya.

PD Sebut Dukungan TGB Sikap Pribadi

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan dukungan TGB itu merupakan dukungan pribadi dan bukan mewakili Demokrat. PD yang menaungi TGB saat itu berbicara soal sikap Ketum sebelumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang terbuka atas pilihan kader, termasuk soal genting, seperti pilpres.

"Sebagai sesama rekan anggota Majelis Tinggi Partai, saya tidak melihat adanya persoalan manakala TGB secara pribadi mengutarakan dukungannya kepada capres yang disukainya pada saat berbagai opsi masih terbuka dan Demokrat belum secara resmi mendukung calon mana pun," ujar Amir, Rabu (4/7/2018).(detik)