Elite Demokrat Komentari Megawati soal Presiden Petugas Partai
logo

31 Agustus 2021

Elite Demokrat Komentari Megawati soal Presiden Petugas Partai

Elite Demokrat Komentari Megawati soal Presiden Petugas Partai


GELORA.CO - Waketum Partai Demokrat Benny Kabur Harman mengomentari klaim Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait presiden merupakan petugas partai. 

Apa katanya?
"Saya sebetulnya sangat setuju dengan pandangan yang terhormat Ibu Megawati, dia pernah menyampaikan bahwa presiden itu adalah petugas partai tentu dalam konteks semacam itu, partai politik adalah kekuatan," kata Benny, dalam diskusi Formappi, Senin (30/8/2021).

"Partai politik yang mengusul dan memperjuangkan seorang calon presiden, dan kalau sudah terpilih presiden konsultasi dengan partai politiknya. Sebagai petugas partai tentu dia akan menjalankan visi dam misi partainya," lanjut Benny.

Menurut Benny, itulah kondisi demokrasi di Indonesia saat ini. Dia berbicara peran partai politik yang sangat sentral dalam agenda legislatif dan eksekutif.

"Dan menurut saya itu adalah suka atau tidak suka itulah sistem demokrasi kita. Itulah sistem politik yang kita anut saat ini. Jadi dengan demikian bisa kita lihat peranan sentralnya, peranan parpol itu baik dalam agenda legislasi baik dengan pelaksanaan legislatif maupun berkaitan dengan pelaksanaan eksekutif. Pasti konsultasi dengan partai pengusung tidak mungkin tidak," ujarnya.

"Yang ingin saya katakan bukan soal konsultasinya, yang ingin saya katakan adalah bahwa presiden terpilih, DPR terpilih dalam menjalankan tugas dan fungsinya berkomunikasi dengan parpol yang menjadi induknya, ini yang terjadi selama ini," lanjut Benny.

Benny lantas menilai partai politik di Indonesia saat ini masih jauh dari ideal. Dia mengatakan partai politik hanya mengutamakan kehendak kelompok tertentu dan belum menjadi kekuatan rakyat.

"Rekrutmen partai politik bermasalah. Demokrasi internal partai politik belum jalan dan tidak ada transparansi dalam menentukan kebijakan. Kesadaran rakyat dengan parpol masih kurang. Kemudian masalah iuran anggota partai nggak jalan," tutur dia.(detik)